Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Plastik hingga 70 Persen, Industri Tertekan

oleh -391 views

Ringkasan Berita:

  • Konflik Timur Tengah mengganggu jalur energi global dan memicu kenaikan harga plastik.
  • Harga bahan baku plastik naik hingga 70 persen akibat lonjakan biaya energi.
  • Dampak mulai dirasakan industri dan berpotensi membebani konsumen lewat kenaikan harga produk.

 

PANGKALPINANG, TINTABABEL.COM – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai berdampak signifikan terhadap sektor industri global. Salah satu yang paling terdampak adalah industri plastik, dengan kenaikan harga bahan baku yang dilaporkan mencapai hingga 70 persen.

Lonjakan harga ini dipicu terganggunya distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Ketegangan di kawasan tersebut menyebabkan pasokan minyak dan gas tersendat, sehingga memicu kenaikan harga bahan baku petrokimia.

Baca Juga  Harga BBM Nonsubsidi Kian Melonjak

Sebagian besar produk plastik dunia diproduksi dari turunan minyak dan gas seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Ketika harga energi melonjak, biaya produksi plastik pun ikut meningkat drastis. Dampaknya, harga resin plastik global mengalami kenaikan dua digit dalam waktu singkat.

Kondisi ini mulai dirasakan hingga ke tingkat konsumen. Produk sehari-hari seperti kemasan makanan, botol minuman, hingga kantong plastik diperkirakan akan mengalami penyesuaian harga dalam waktu dekat.

Pakar rantai pasok dari Syracuse University, Patrick Penfield, menyebut bahwa industri plastik sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi.

“Ketika biaya bahan baku naik, maka seluruh rantai distribusi ikut terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, ekonom dari New York University Stern School of Business, Joseph Foudy, menilai kenaikan harga ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga  Tak Lagi Percaya Niat Baik Anggota, Polri Kunci Pergerakan Penyidik Lewat CCTV Hingga Bodycam

“Konsumen mungkin tidak menyadari penyebabnya, tetapi akan merasakan dampak melalui kenaikan harga barang,” katanya.

Di Indonesia, tekanan terhadap industri plastik juga mulai terlihat. Pelaku industri mengeluhkan terganggunya pasokan bahan baku dari Timur Tengah, yang selama ini menjadi sumber utama.

Sekretaris Jenderal INAPLAS, Fajar Budiono, mengatakan bahwa masalah utama bukan hanya kenaikan harga, tetapi juga ketidakpastian pasokan.

“Distribusi bahan baku terganggu, ini yang membuat harga semakin tertekan,” jelasnya.

Para analis memperkirakan dampak konflik ini tidak hanya bersifat jangka pendek. Jika ketegangan berlanjut, efeknya bisa memicu inflasi pada berbagai sektor, terutama industri makanan dan barang konsumsi yang bergantung pada kemasan plastik.

No More Posts Available.

No more pages to load.