Urusan Perut Terganggu, Warga Desa Nangka Ancam Aksi Nekat Jika PT BPP Terus Tutup Mata

oleh -
Foto : Ilustrasi/AI

BANGKA SELATAN, TINTABABEL.COM – Amarah warga Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Bangka Selatan, kini berada di titik didih.

Sudah tiga hari terakhir, akses jalan utama yang menjadi urat nadi perekonomian mereka hancur lebur bak kubangan lumpur akibat aktivitas pembangunan pabrik pengolahan sawit milik PT Bukit Palma Prima (PT BPP).

Kondisi ini praktis melumpuhkan aktivitas tani. Ratusan juta rupiah potensi pendapatan warga menguap begitu saja karena truk pengangkut sawit tak mampu menembus medan yang rusak parah.

Bagi masyarakat Desa Nangka, jalan tersebut bukan sekadar tanah dan aspal, melainkan satu-satunya jalur penyambung nyawa.

“Bagaimana kami mau makan? Anak mau sekolah, dan inilah satu-satunya mata pencaharian kami. Kalau jalan hancur begini, dapur kami tidak bisa ngebul!” cetus salah satu warga dengan nada getir sekaligus kesal, Senin (4/5/2026). 

Ia menaksir kerugian kolektif warga sudah mencapai angka yang sangat signifikan.

“Kalau dikumpul, ada ratusan juta kerugian kami karena hasil panen tidak bisa keluar,” tambahnya.

Kekesalan warga kian memuncak karena pihak PT BPP dinilai tutup mata. Alih-alih melakukan perbaikan darurat dengan menimbun tanah puru di akses publik yang mereka rusak, perusahaan dituding lebih mementingkan area internal mereka sendiri.

“Mana ada tanggung jawabnya? Ini sudah berminggu-minggu dibiarkan. Mereka malah sibuk menimbun tanah puru di area proyek mereka sendiri, sementara jalan rakyat ditinggalkan hancur,” cecar warga tersebut.

Tak hanya perusahaan, Pemerintah Daerah pun tak luput dari sorotan tajam. Pemda dinilai abai dan membiarkan penderitaan rakyat berlarut-larut tanpa intervensi nyata.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan adanya gesekan fisik jika tidak segera ditangani. Isu “tumpah darah” mulai mencuat sebagai bentuk keputusasaan warga yang merasa hak hidupnya dirampas demi kepentingan industri.

“Jangan sampai ada tumpah darah. Mereka enak-enak kerja, kami di sini menderita. Kalau urusan perut sudah terganggu, orang bisa nekat,” pungkasnya dengan nada mengancam.

Sementara itu, Humas PT BPP, Bravo, saat dikonfirmasi media ini belum memberikan tanggapan terkait keluhan masyarakat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu itikad baik perusahaan dan ketegasan pemerintah untuk memulihkan akses jalan yang menjadi tumpuan hidup ribuan kepala di Desa Nangka. (DK/Radak).

Baca Juga  Urat Nadi Ekonomi Terganggu, Pemkab Basel Turun Tangan Mediasi Warga Desa Nangka dan PT BPP

No More Posts Available.

No more pages to load.