,

TNI AL Berhasil Selamatkan Kerugian Negara Sebesar 2 Miliar Di Beltim

oleh -

TINTABERITABABEL.COM, BELTIM — Satuan Tugas (Satgas) Halilintar melalui TNI Angkatan Laut Pos Belitung Timur berhasil menggagalkan kerugian negara mencapai 2 Miliar rupiah dengan cara mengamankan 7 ton pasir timah yang akan diselundupkan ke luar negeri, Jumat (19/12/2025) lalu.

Penyelundup pasir timah sebanyak 145 kampil atau sekitar 7 ton itu terjadi di pelabuhan Tanjung Kelumpang, kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Informasi yang berhasil dihimpun Tim Radak Babel. Penangkapan timah tersebut berawal dari laporan masyarakat yang diterima pada, kamis sore (18/12/2025) terkait rencana penyelundupan pasir timah melalui Pelabuhan Tanjung Kelumpang

Dari informasi itu, tim gabungan melaksanakan penyekatan di wilayah Dendang dan berhasil mengamankan pasir timah tersebut. Tidak hanya Barang Bukti, tim juga mengamankan pelaku.

Baca Juga  25 Ton Pasir Timah Tujuan Malaysia Gagal Diselundupkan, 4 ABK Ditahan Petugas

“Pelaku yang berhasil kami amankan berinisial EE dan 7 ton pasir timah yang berpotensi menyebabkan kerugian negara sebesar kurang lebih 2 Miliar Rupiah,”kata sumber internal Satgas, Selasa (22/12/2025) malam.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Antara lain pengemudi truk, kuli panggul, serta pihak yang terlibat dalam proses transaksi dan distribusi biji timah.

“Pelaku lakukan kegiatan dugaan Penyeludupan ini terbilang rapi mereka (pelaku) melakukannya sistim Cash on Delivery atau bahasa gaulnya sekarang ini COD,”ujarnya.

Ditambahkan sumber internal tim Satgas berdasarkan keterangan awal para saksi, terungkap adanya dugaan alur pendanaan, distribusi, serta jaringan yang lebih luas dalam praktik jual beli biji timah yang diduga akan diselundupkan keluar negeri.

Baca Juga  Tim Satgas Gabungan Geledah Eks Smelter PMP, Diduga Timbun Ratusan Ton Timah

Hingga kini, Satgas Halilintar terus melakukan pengembangan penyelidikan guna mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat, termasuk pihak penerima biji timah di luar negeri.

“Diduga, jaringan penyelundup timah ini merupakan pelaku yang telah melaksanakan penyelundupan sebelumnya dan mencoba untuk beroperasi kembali.”cetusnya.

Penangkapan tersebut menegaskan bentuk komitmen TNI AL dalam mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan sumber daya alam strategis nasional, khususnya di wilayah pesisir dan pelabuhan. Seluruh temuan dan hasil pengembangan akan dilaporkan kepada komando atas serta dikoordinasikan dengan instansi terkait sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hal ini merupakan implementasi dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang selalu menekankan bahwa Prajurit TNI AL akan terus memperkuat pengawasan di wilayah maritim dan pesisir dalam rangka menegakkan hukum, menjaga ketertiban, serta melindungi kepentingan nasional.(Radak Babel)

Baca Juga  Gegara Bubarkan Tambang Ilegal, Eeng Digebuk Oknum TNI AD, Korban Hingga Lapor Ke Denpom

No More Posts Available.

No more pages to load.