Penulis: Radak07
BANGKA, TINTABERITABABEL.COM – Tim Satuan Tugas (Satgas) menggeebek tempat peleburan bijih timah yang ada di Desa Kampung Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rabu (11/02/2026) siang.
Penggerebekan dilakukan setelah Tim Satgas mendapatkan informasi, terkait aktifitas peleburan bijih timah di salah satu kediaman warga desa setempat.
Saat informasi tersebut ditindaklanjuti, Tim Satgas menemukan sejumlah orang sedang melakukan aktifitas peleburan bijih timah di belakang rumah milik Akong, warga Desa Kampung Cit.

Dalam penggerebekan tersebut, tim menemukan pasir timah sebanyak kurang lebih 200kg, serta 3 buah timah balok yang baru dicetak dengan berat 45 kg di lokasi peleburan bijih timah.
Menurut pekerja yang ada di lokasi (Soni, Ari dan Iwan –red), pasir timah tersebut milik Redi, warga kota Pangkalpinang.
“Kami cuma pekerja, pemiliknya Redi, warga Pangkalpinang,” katanya.
Untuk aktifitas peleburan bijih timah di belakang kediaman Akong ini, ternyata berlangsung sejak satu bulan terakhir.
“Baru sebulan bang, kalau kerjanya tidak setiap hari, tergantung barangnya ada tidak yang mau dilebur,” katanya.
Anehnya, Akong selaku pemilik lahan mengaku tidak mengetahui terkait aktifitas peleburan pasir timah, gang berada tepat di belakang kediamannya.
“Saya enggak kenal sama mereka dan tidak tau siapa namanya. Cuma waktu itu, mereka ada minta izin ke saya, mau ngerjain sesuatu di belakang rumah. Karena mereka sudah izin ke saya, saya okein aja,” kata Akong.
Akong juga membantah mendapatkan fee atas aktifitas peleburan pasir timah yang dilakukan oleh Soni cs di belakang kediamannnya.
“Saya bener bener enggak tau apa yang mereka kerjakan. Demi Tuhan saya juga tidak mendapatkan apapun dari kegiatan mereka di belakang rumah saya,” katanya.
Pantauan di lapangan, sejumlah barang bukti yang ada di lokasi diamankan oleh Tim Satgas berikut 3 orang pekerjanya guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, Redi yang disebut-sebut sebagai pemilik barang pasir timah, ketika dikonfirmasi melalui SMS dan akun Telegramnya, pada Rabu malam, tidak merespon. Bahkan saat dihubungi, nomor selulernya tidak bisa dihubungi sama sekali. (RADAK07)






