Tersandera Calo dan ‘Cawe-cawe’, Saut Situmorang Buka-bukaan Soal Bobroknya Bea Cukai

oleh -
Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, (foto : Kompascom)

JAKARTA, TINTABABEL.COM – Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, menganalisis penyebab lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai kini seperti ladang korupsi.

Salah satu penyebabnya adalah karena Ditjen Bea Cukai tidak memiliki kewenangan menindak pelanggar aturan kepabeanan.

Saut awalnya membandingkan kewenangan Bea Cukai RI dengan Bea Cukai Amerika Serikat (AS) dan Australia. Bea Cukai AS misalnya yang disebut Saut lebih hebat daripada FBI karena bisa menindak barang ilegal serta pelakunya.

“Kita tahu kalau di luar negeri ini, Customs ini malah lebih hebat dari FBI sama CIA karena di depan itu, dia menangani keamanan negara. Kalau Australia, kamu yang muncul di depan itu Customs itu, bukan lagi Imigrasi. Karena kalau Customs ini kan menyangkut segala hal, barang yang dibawa. Dan Customs itu kan dibawa oleh orang. Kalau Imigrasi cuma orang yang ditangani, tapi kalau Customs itu adalah barang yang dibawa dan orangnya. Jadi mereka lebih prudent ya,” kata Saut Minggu (31/5/2026).

Saut sendiri menilai Bea Cukai di Indonesia selalu bermasalah. Dia ingat betul saat masih jadi pimpinan KPK pernah menyita kontainer yang awalnya disebut berisi perkakas kendaraan, tapi ternyata motor mewah.

“Nah sekarang pertanyaan kembali ke Indonesia yang seperti kamu bilang. Jadi memang Indonesia ini bermasalah terus. Dulu kan pernah bongkar kontainer tuh di Tanjung Priok yang katanya isinya cuma kunci Inggris ternyata dalamnya itu BMW sepeda motor 1200 cc,” sebut Saut.

Banyak Cawe-cawe di Ditjen Bea Cukai
Lebih lanjut Saut menjelaskan, kondisi Ditjen Bea Cukai tidak memiliki kewenangan menindak orang membuat banyak pihak bisa cawe-cawe di sana. Padahal menurut Saut, Ditjen Bea Cukai seharusnya punya kewenangan menindak orang yang melanggar aturan kepabeanan.

“Padahal sebenarnya secara undang-undang dia harus mandiri. Tapi kan sering terjadi kunci-mengunci kan. Iya dong. Dia kan, semua aparat keamanan juga kan memantau di Tanjung Priok, Tanjung Mas, Belawan. Mereka tahu juga siapa calo-calo di situ, siapa yang cawe-cawe di situ, mereka tersandera di situ,” paparnya.

Terlebih, Saut menyebut, saat ini posisi Dirjen Bea Cukai dipegang purnawirawan TNI. Ia melihat kondisi tersebut justru jauh lebih buruk dibandingkan jabatan Dirjen Bea Cukai diemban pejabat karier.

“Sekarang ini kan dipimpin orang luar tuh. Ya kan, yang bekas TNI itu kan. Nah jadi maksud saya begini, pergeseran figur itu membuat dia (Ditjen Bea Cukai) semakin parah,” terang Saut. (Inilah)

Baca Juga  Terima Gratifikasi Miliaran, Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

No More Posts Available.

No more pages to load.