,

Terjerat Rentenir Berkedok Koperasi, Wamen PPPA Ingatkan Ibu Rumah Tangga Jangan Mudah Tergiur

oleh -
Vector artwork depicts a loan shark trying to lend money to a person that has financial difficulties. The man is hesitated and unsure if he want to borrow the money.

LABUAN BAJO, TINTABERITABABEL.COM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, menyoroti maraknya praktik rentenir berkedok koperasi harian yang menjerat ibu-ibu rumah tangga di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menekankan pentingnya penguatan ekonomi keluarga dan literasi keuangan agar perempuan tidak mudah tergiur tawaran pinjaman yang menyesatkan.

“Solusi ekonomi tentu akan kami upayakan. Namun kembali lagi kepada ibu-ibu, jangan gampang terpapar atau tergiur dengan embel-embel koperasi atau nama apa pun. Harus cek dan ricek dulu, supaya tidak segampang itu terjerat utang,” kata Veronica di Labuan Bajo, Jumat (13/2/2026) dilansir dari berbagai sumber.

Perempuan kelahiran Medan, Sumatra Utara itu menegaskan, edukasi menjadi kunci utama agar masyarakat, khususnya perempuan, terhindar dari jerat rentenir. Literasi keuangan dinilai sangat penting, terutama dalam mengelola modal usaha.

Baca Juga  Ombudsman Nyatakan Seleksi KPID Babel Cacat Prosedur, Keputusan Akhir di Tangan Ketua DPRD

“Kalau kita bicara rentenir, balik lagi ke edukasi. Kadang bukan hanya soal rentenir, tapi karena tidak paham cara mengelola uang. Bikin usaha itu harus dihitung, modal berapa. Modal jangan dipakai untuk kebutuhan harian,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanpa literasi keuangan yang memadai, pinjaman dari lembaga resmi pun berpotensi menjadi masalah.

“Bank sudah meminjamkan uang, tapi tanpa pendampingan. Tiba-tiba anak sakit, ada kebutuhan mendesak, akhirnya uang usaha dipakai. Usaha kekurangan modal, lalu terjerat utang lagi di tempat lain,” jelasnya.

Selain rentenir, Veronica juga mengingatkan bahaya penipuan perbankan atau bank scam yang kini tidak hanya menyasar warga desa, tetapi juga masyarakat perkotaan.

“Tidak mungkin tanpa kerja keras kita dapat uang cepat. Kalau ada yang menjanjikan investasi kembali 30 persen dalam satu bulan, itu sudah pasti bohong,” tegasnya.

Baca Juga  Perbandingan Untung dan Ruginya Beli Mobil Secara Cash atau Kredit

Menurut Veronica, koperasi pun tidak selalu aman jika peminjam tidak memahami risikonya. Ia mengakui, kondisi ekonomi sulit sering membuat seseorang tidak berpikir panjang sebelum meminjam uang.

“Dalam kondisi susah, kita sering tidak bisa berpikir jernih karena kebutuhan mendesak, emergency. Itu yang akhirnya membuat kita masuk ke jerat utang,” katanya.

Mantan Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta itu juga menyoroti modus penipuan yang membuat korban seolah kehilangan kesadaran.

“Kadang orang bilang seperti tiba-tiba hilang sadar. Begitu dengar koperasi, langsung masuk saja,” ungkapnya.

Veronica pun mengingatkan para ibu agar tidak mudah tergiur janji manis dan iming-iming keuntungan instan.

“Kalau janjinya cepat dan terlalu banyak, itu yang harus diwaspadai. Tidak ada yang gratis. Semua pasti ada konsekuensinya,” tegasnya.

Baca Juga  Ponakan Prabowo Subianto, Harwendro Adityo Dewanto Berjanji Selesaikan Persoalan Besar Babel

Ia menutup dengan peringatan keras terkait bahaya rentenir.

“Kalau sudah berurusan dengan rentenir, mereka akan datang dengan segala cara untuk menarik uangnya kembali, bahkan dengan cara-cara yang tidak baik,” pungkas Veronica.

No More Posts Available.

No more pages to load.