Taklukkan Parma, I Nerazzurri Resmi Juara Serie A Musim 2025/2026

oleh -
Pemain Inter Milan Lautaro Martinez merayakan kemenangan usai mengunci gelar Serie A, (foto : Inilah)

JAKARTA, TINTABABEL.COM – Stadion Giuseppe Meazza meledak. Inter Milan resmi mengangkat trofi Scudetto ke-21 sepanjang sejarah klub, setelah menundukkan Parma dengan skor 2-0 di laga lanjutan Serie A, Senin (4/5/2026) dini hari WIB.

Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan menjadi pahlawan saat I Nerazzurri memesan tempat di buku sejarah sebagai juara Italia musim 2025/2026. Pesta yang sudah lama dinanti suporter Inter Milan akhirnya pecah, mengakhiri musim yang penuh tekanan dan persaingan ketat hingga laga-laga akhir.

Skenario yang Sempurna

Inter sebenarnya datang ke laga ini dengan modal aman. Hasil seri Napoli 0-0 di kandang Como pada akhir pekan sebelumnya membuat Nerazzurri hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan gelar juara. Namun di hadapan publik sendiri, anak asuh Cristian Chivu jelas tidak ingin menunggu poin sederhana — mereka ingin merayakan dengan kemenangan penuh.

Hakan Calhanoglu dan Luis Henrique masih cedera, namun kabar baik datang dari Lautaro Martinez yang kembali masuk daftar bangku cadangan. Alessandro Bastoni juga mendapat start pertamanya dalam tiga pekan terakhir. Sementara Parma yang sudah aman dari ancaman degradasi tampil tanpa beban — sayangnya juga tanpa Matija Frigan dan Benja Cremaschi yang absen karena cedera.

Drama Sebelum Gol Pembuka

Pertandingan dibuka dengan tempo tinggi dari kedua tim. Sundulan Denzel Dumfries dari umpan silang Nicolò Barella di awal laga melebar tipis. Parma juga membuang peluang emas saat Mateo Pellegrino salah eksekusi voli dari jarak 12 yard usai umpan silang Adrian Bernabé dari sisi kanan.

Yang paling dramatis terjadi di menit ke-26. Sebuah serangan terstruktur dengan baik membawa Barella melepaskan tembakan keras yang menghantam mistar. Bola memantul mengenai punggung kiper Zion Suzuki, lalu terpental ke arah Marcus Thuram di jarak yang sangat dekat. Namun Suzuki dengan refleks luar biasa berhasil mengambil bola tepat di kaki striker Prancis tersebut. Sebuah penyelamatan yang nyaris mustahil.

Dumfries kembali mendapat peluang, namun tembakannya diblok Abdoulaye Ndiaye usai aksi kombinasi dengan rekan setim.

Thuram Pecahkan Kebuntuan di Injury Time Babak Pertama

Inter akhirnya memecahkan kebuntuan di masa tambahan waktu babak pertama. Thuram sukses memecah jebakan offside dari umpan terobosan Piotr Zielinski. Setelah satu sentuhan, ia menyapu bola dengan kaki kanan bagian dalam dari jarak tujuh yard — bola masuk dengan presisi. Stadion meledak.

Gol ini menjadi yang ke-5 secara beruntun bagi Thuram di pertandingan Serie A. Sebuah catatan luar biasa untuk striker yang baru-baru ini juga konsisten menjadi andalan Cristian Chivu dalam meraih kemenangan demi kemenangan.

Skor 1-0 untuk Nerazzurri di paruh pertama. Tinggal selangkah lagi menuju penobatan resmi.

Mkhitaryan Pastikan Pesta di San Siro

Memasuki babak kedua, Pio Esposito harus ditarik keluar akibat cedera punggung. Eks penyerang Parma Ange-Yoan Bonny menggantikannya. Lautaro Martinez juga dimainkan untuk 25 menit terakhir — sebuah momen yang dinanti suporter agar sang kapten bisa ikut merayakan trofi langsung di lapangan.

Federico Dimarco kembali menebar ancaman dengan umpan silangnya yang mematikan, hampir menambah catatan assist musim ini yang sudah memecahkan rekor. Namun upaya tap-in Mkhitaryan dari tiang jauh berhasil dipotong Hans Nicolussi Caviglia.

Tembakan menyudut Dumfries usai assist Dimarco dari sisi kanan meleset ke atas mistar. Lautaro juga sempat melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti setelah memotong bola, namun masih dalam jangkauan kiper Suzuki.

Gol kedua akhirnya datang di menit ke-80. Lautaro Martinez memecah jebakan offside di sisi kanan dan mengirim umpan tarik untuk Mkhitaryan. Gelandang Armenia itu dengan tenang menceploskan bola dari jarak lima yard. 2-0 untuk Inter, dan pesta resmi dimulai.

Drama Singkat di Penghujung Laga

Parma sempat membobol gawang Inter di akhir pertandingan lewat Nesta Elphege, namun gol dianulir karena Pontus Almqvist berdiri offside saat memberikan umpan kunci. Davide Frattesi yang baru masuk menggantikan Barella juga nyaris mencetak gol — voli-nya dari umpan silang Dimarco hampir menyusup di bawah tubuh Suzuki, namun sang kiper berhasil mencegah bola melewati garis sepenuhnya.

Tanpa gol tambahan, wasit meniup peluit panjang. Skor akhir 2-0 untuk Inter. Suporter di tribun langsung menyalakan flare, menari, dan menyanyikan lagu kemenangan yang sudah lama mereka tunggu.

Era Cristian Chivu Resmi Bersinar

Bagi Cristian Chivu, gelar juara ini menjadi prestasi monumental. Dipromosikan dari pelatih akademi Inter ke kursi pelatih kepala saat klub butuh angin segar, pelatih asal Rumania itu berhasil menjaga konsistensi luar biasa di tengah berbagai tantangan — mulai dari rentetan cedera kunci, hingga drama transfer yang menyertai musim panjang ini.

Yang lebih menggembirakan, perjalanan musim Inter belum benar-benar usai. Nerazzurri masih punya laga Final Coppa Italia melawan Lazio pada 13 Mei mendatang.

Inter 2-0 Parma — Susunan Gol
Inter: Thuram 45+1′, Mkhitaryan 80′(Inilah)

Baca Juga  Resmi! Bayern Munchen Juara Bundesliga 2025-2026

No More Posts Available.

No more pages to load.