PANGKALBALAM — Kapal Kayu dengan nama lambung (KM) Indah Jaya GT 34, bermuatan ratusan kampil pasir timah mendapat penjagaan ketat oleh personil Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung, Rabu (04/6/25) dini hari.
Pasir timah berjumlah kurang lebih 25 ton itu, berhasil digagalkan oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI Angkatan Laut, yang rencananya akan di selundupkan keluar pulau Bangka, melalui perairan Pangkalalam, kota Pangkalpinang, Selasa (04/6/25) kemarin.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung Kolonel (P) Ipul Saepul mengatakan penangkapan kapal penyelundup ini karena personelnya sedang patroli mencurigai satu kapal kayu yang kandas di perairan Pangkalbalam.
“Saat didekati anggota, semua ABK maupun kapten kapal langsung melarikan diri. Karena curiga, kemudian dilakukan pengecekan dan didapat ada pasir timah yang diduga seberat 25 ton,”kata Danlanal.
Ipul menuturkan pihaknya masih belum mengetahui darimana kapal tersebut berangkat dan daerah tujuan pasti untuk mengantarkan pasir timah tersebut karena anak buahnya sedang melakukan pendalaman.
“Rencana kapal akan kita geser ke pos AL. Saat ini terkendala air laut yang masih pasang kecil. Tapi anggota kita sudah lakukan penjagaan di lokasi kapal yang membawa pasir timah tersebut,” ujar dia.
Menurut Ipul, pihaknya akan segera melengkapi berkas perkara penyelundupan pasir timah tersebut untuk selanjutnya diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Sama seperti pengungkapan sebelumnya, perkaranya kita serahkan ke penyidik ESDM. Nanti disana semua prosesnya. Sementara kita dalami dulu siapa pemilik kapal dan pemilik barang. Dugaan sementara pasir timah ini akan dibawa ke Malaysia,” ujar dia.
Informasi yang diterima Tempo di lapangan, pasir timah ilegal tersebut dibawa dengan menggunakan kapal kayu dengan nama dan lambung kapal KM Indah Jaya GT 34.
Saat diamankan anggota angkatan laut melalui tim Fleet One Quick Response (F1QR), posisi kapal sedang kandas di Perairan Pangkalbalam. Sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) kemudian kabur dengan meloncat dari kapal dan lari ke hutan mangrove didekat kapal kandas.
Saat posisi anggota TNI AL diatas kapal, diketahui kapal tersebut membawa pasir timah dengan perhitungan sementara mencapai 25 ton. Saat ini kapal dan barang bukti dalam proses dibawa ke Pos TNI Angkatan Laut di Pangkalbalam Kota Pangkalpinang. (Tb/ tintababel.com/La Ode M. Murdani)






