Rupiah Loyo Bukan Masalah Besar, Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Jauh Lebih Kuat

oleh -
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai pelantikan delapan pejabat baru Ditjen Pajak di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, (foto : Antara/Inilah)

JAKARTA, TINTABABEL.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi rupiah yang mengalami pelemahan tidak mengganggu aktivitas ekonomi nasional. Mengingat, nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan Purbaya dalam konferensi pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2026).

Purbaya mengeklaim telah mengantisipasi risiko depresiasi rupiah dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Ia menilai fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat sehingga gejolak nilai tukar tidak akan menghambat laju pertumbuhan.

“Secara teori, ketika Anda memiliki ekonomi yang kuat, mata uang Anda pada akhirnya juga akan menguat, bukan? Saat ini saya fokus memastikan bahwa ekonomi domestik akan terus tumbuh kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, maupun jangka panjang,” kata Purbaya.

Purbaya menyatakan perhatian utama pemerintah saat ini bukan sekadar menjaga pergerakan kurs, melainkan memastikan mesin ekonomi domestik tetap bergerak. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang solid akan menjadi faktor utama yang pada akhirnya mengembalikan kekuatan rupiah.

Lebih lanjut, Purbaya juga meyakini stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional akan menjadi magnet bagi investor global, baik investor langsung maupun investor portofolio, untuk terus menanamkan modal di Indonesia.

“Jadi, prospek ekonomi kita kuat, dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita,” ucapnya.

Purbaya pun optimistis capaian ekonomi Indonesia yang masih mampu tumbuh lebih cepat dibandingkan banyak negara besar lainnya. Bahkan, Indonesia disebut berada di posisi kedua negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di kelompok G20 setelah India.

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah juga melihat adanya peluang perbaikan kondisi eksternal yang dapat membantu menurunkan tekanan terhadap rupiah. Salah satunya adalah perkembangan hubungan geopolitik di Timur Tengah yang dinilai berpotensi meredakan ketidakpastian pasar internasional.

Purbaya menyoroti upaya Amerika Serikat untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan Iran sebagai salah satu faktor yang dapat memperbaiki sentimen ekonomi global dalam beberapa bulan mendatang.

“Saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan situasinya akan jauh lebih baik daripada sekarang,” jelasnya.

Dengan membaiknya situasi global, pemerintah berharap tekanan terhadap nilai tukar rupiah ikut mereda sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi penguatan ekonomi domestik.

“Artinya, gangguan-gangguan yang sampai batas tertentu menyebabkan pelemahan rupiah juga akan hilang. Itu berarti pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan rupiah yang lebih kuat pula,” paparnya. (Inilah)

Baca Juga  Mensesneg Pastikan Posisi Menkeu Solid di Tengah Tekanan Ekonomi Global

No More Posts Available.

No more pages to load.