BASEL, TINTABABEL.COM — Anggota DPRD Babel Rina Tarol, mengapresiasi Dittipiter Bareskrim Polri yang berhasil membongkar kasus penyelundupan pasir timah di wilayah Bangka Selatan, Minggu (22/2/2026) lalu.
Menurutnya, tidak hanya bos timah Asui yang diduga terlibat dalam perkara ini.
Ada banyak pelaku lain yang belum tersentuh, membuat kerugian untuk rakyat Bangka Selatan serta Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Penyelundupan 7,5 ton sebanyak 18 kali ke Malaysia itukan yang terungkap. Praktik ilegal lainnya juga lebih besar. Kita terima kasih pada Bareskrim Polri,” kata wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Bangka Selatan ini, Selasa (24/2/2026).
Pengungkapan kasus itu, diharapkan akan membongkar perkara lainnya di Bangka Selatan. Pasalnya, aksi penyeludunpan tersebut terjadi adanya kong-kalikong dengan oknum oknum tertentu.
“Kan kemungkinan pasir timah yang diperoleh penyelundup, dari penambang ilegal, ditampung kolektor, lalu dibeli bos timah,” ujarnya.
Diungkapkan Rina Tarol, akhir-akhir ini banya
Hal itu sebagai tanda bahwa daerah tersebut perlu perhatian khusus, mulai mafia tanah, bos timah ilegal, dan kasus korupsi.
“Semoga saja aksi ungkap kasus ini, membuat Bangka Selatan jauh lebih baik,” harapnya.
Dia meninggalkan barang-barang berharga senilai miliaran rupiah, yang kini disita penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim Polri. Mobil mewah Ford Mustang berkeliar kuning yang terparkir di teras rumahnya, sudah dipasang garis polisi.
Asui diminta menyerah karena Direktur Dittipiter Bareskrim Polri Brigjen Moh Irhamni menyatakan, tetap mencarinya sampai ketemu.
“Kalau masih di Indonesia tetap akan ketemu,” katanya kepada wartawan di Desa Keposang, Minggu.
Diketahui Asui diduga terlibat sebagai penyandang dana kasus penyelundupan pasir timah ke Malaysia, yang diungkap Bareskrim Polri beberapa waktu lalu. (*)






