PT BPP ‘Buang Badan’ Jalan Rusak Dibalas Portal dan Ancaman Hukum

oleh -
Mobil warga Desa Nangka terjebak dikubangan lumpur ketika mengangkut TBS di Jalan Tani yang rusak akibat kendaraan proyek PT BPP pada Sabtu (25/4/2026) (dok : Dika)

BANGKA SELATAN, TINTABABEL.COM – Harapan warga Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, untuk melihat jalan usaha tani (JUT) mereka kembali normal kini berujung pada kekecewaan dan ketegangan.

Hingga Senin (27/4), PT Bukit Palma Prima (PT BPP) dinilai masih “buang badan” terkait kerusakan jalan yang diakibatkan oleh lalu lalang alat berat proyek pabrik sawit mereka.

Kondisi jalan yang dulunya menjadi urat nadi ekonomi petani kini berubah menjadi kubangan lumpur yang mematikan aktivitas. Ironisnya, alih-alih perbaikan, warga justru dihadapkan pada ancaman hukum dan pemortalan jalan.

Setiap kali hujan turun, akses menuju kebun warga praktis terputus. Kendaraan petani kerap terjebak di lubang-lubang dalam yang tercipta sejak proyek pembangunan pabrik sawit dimulai.

Masyarakat sebenarnya hanya menuntut hal sederhana kembalikan jalan seperti semula dengan pengerasan tanah puru.

“Sampai saat ini belum ada realisasi. Kemarin janjinya mau pasang tanah puru, tapi sudah berminggu-minggu kosong. Kami hanya minta jalan dikembalikan seperti sediakala,” keluh Dana, salah satu warga terdampak.

Masyarakat menilai alasan perusahaan yang mengaku sedang mencari “kualitas tanah terbaik” hanyalah taktik mengulur waktu.

Menurut warga, untuk perusahaan sebesar PT BPP, urusan pengadaan tanah puru seharusnya bisa diselesaikan dalam hitungan hari.

“Kalau memang mau tanggung jawab, dua hari juga selesai. Ini sudah berminggu-minggu dibiarkan hancur. Artinya memang tidak ada itikad baik,” tegas Dana dengan nada sesal.

Dari Janji Perbaikan Menjadi Ancaman Hukum

Baca Juga  Manfaatkan Jabatan Demi Proyek CPO, Kades Nangka Dilaporkan Warganya Atas Dugaan Gratifikasi

Konflik ini kian meruncing setelah pihak perusahaan mengklaim bahwa jalan tersebut masuk dalam wilayah mereka.

Bukannya memberikan solusi, PT BPP justru disebut-sebut melontarkan ancaman kepada warga.

Pemortalan Jalan, perusahaan mengancam akan menutup akses jalan sehingga petani tidak bisa lagi menuju kebun mereka. Warga diancam akan dilaporkan ke ranah hukum terkait sengketa lahan jalan tersebut.

“Kemarin kami sempat debat. Mereka mengancam mau pasang portal dan lapor polisi. Kami tantang balik, kami siap! Itulah yang kami mau agar semuanya jelas,” tambahnya sambil menunjukkan video perdebatan panas antara warga dan pihak perusahaan.

Di sisi lain, Humas PT BPP, Bravo, mencoba mendinginkan suasana melalui pernyataan singkat via WhatsApp. Ia berdalih bahwa keterlambatan ini dikarenakan faktor teknis dalam memilih material perbaikan.

Perusahaan mengklaim tidak main-main dalam rencana perbaikan. Alasan sedang mempertimbangkan kualitas tanah agar jalan lebih tahan lama. Pengerjaan akan segera dipantau dan direalisasikan dalam waktu dekat.

“Sudah kami tekankan agar segera diperbaiki. Dalam waktu dekat akan kita lihat pengerjaannya,” ujar Bravo singkat.


Akankah “waktu dekat” yang dijanjikan perusahaan menjadi kenyataan, ataukah jalan tersebut justru akan tertutup selamanya bagi petani?. Warga Desa Nangka kini hanya bisa menunggu di balik bayang-bayang ancaman hukum dan jalanan yang masih terkepung lumpur. (Dk/Radak)

Baca Juga  Gubernur Babel Hidayat Arsani Apresiasi Kesiapsiagaan Prajurit Laut, Perkuat Komitmen Sinergi TNI AL dan Pemda

No More Posts Available.

No more pages to load.