JAKARTA, TINTABABEL.COM – Rencana pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk mengimpor 105.000 unit mobil pikap dan truk dari India yang akan digunakan pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) kini menghadapi kritik tajam dari DPR RI serta berbagai pihak lain.
Pemerintah berencana mengimpor total 105.000 unit kendaraan niaga, yang terdiri dari:
- 35.000 unit pikap 4×4 dari Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M)
- 35.000 unit pikap 4×4 tambahan dari Tata Motors
- 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors
Direktur Utama PT Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, awalnya menjelaskan rencana ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan logistik program Kopdes Merah Putih dan menawarkan alternatif kendaraan dengan harga kompetitif dibanding unit lokal.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, secara terbuka meminta pemerintah menunda rencana impor tersebut sampai Presiden Prabowo Subianto kembali dari kunjungan kerja luar negeri dan dapat membahasnya secara rinci.
“Rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat Presiden masih di luar negeri,” kata Sufmi Dasco Ahmad.
Dasco menyatakan penundaan perlu dilakukan untuk mempertimbangkan kepentingan industri otomotif nasional serta menghitung kesiapan produsen dalam negeri sebelum keputusan akhir.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah mengikuti saran penundaan dari DPR sambil menegaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk menggalakkan produksi dalam negeri, termasuk industri otomotif nasional dalam kebijakan strategisnya.
“Pas Dasco sudah komentar, kami ikuti Pak Dasco saja. Presiden memiliki tujuan memperkuat industri dalam negeri,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu RI.
Dukungan dan Kekhawatiran Industri
Para legislator DPR lainnya juga mendukung langkah menunda impor tersebut dengan alasan memprioritaskan produsen lokal.
Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, menyebut keputusan kaji ulang sebagai langkah tepat untuk menjaga keberpihakan terhadap industri otomotif dalam negeri, yang sudah memiliki kapasitas produksi signifikan.
Asosiasi pengusaha pun ikut angkat suara. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi respons cepat DPR dan menilai kebijakan impor besar-besaran bisa menimbulkan masalah layanan purna jual serta merugikan industri lokal.
Rencana ini juga mendapat sorotan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengingat besarnya nilai pengadaan dengan mengimbau agar seluruh proses pengadaan barang dan jasa dilakukan sesuai prosedur untuk mencegah penyimpangan, termasuk dalam penentuan spesifikasi dan pengawasan.
Beberapa pihak bahkan menyoroti efek lebih luas jika impornya tetap dilanjutkan, seperti potensi mengancam lapangan kerja di industri otomotif domestik serta menimbulkan kerugian ekonomi jika kapasitas produksi dan layanan lokal tidak dimaksimalkan terlebih dahulu.
Dampak terhadap Neraca Perdagangan dan Devisa
Dengan asumsi harga rata-rata satu unit pikap 4×4 sekitar Rp300–350 juta dan truk sekitar Rp500 juta, estimasi nilai total pengadaan bisa mencapai Rp40–50 triliun (perkiraan kasar berdasarkan komposisi unit).
Jika seluruhnya impor, maka tekanan terhadap defisit neraca perdagangan sektor otomotif berpotensi meningkat. Devisa keluar dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat.
Namun di sisi lain, pemerintah dapat berargumen bahwa kendaraan tersebut mendukung percepatan distribusi logistik desa.
Jika program berjalan efektif, pemerintah berdalih dampaknya bisa meningkatkan produktivitas ekonomi pedesaan.
Profil Produsen Pikap India yang Terlibat
Mahindra & Mahindra
Didirikan: 1945
Kantor pusat: Mumbai, India
Spesialisasi: Kendaraan utilitas, SUV, traktor, kendaraan niaga ringan
Mahindra dikenal sebagai:
Produsen kendaraan 4×4 dan pikap tangguh untuk medan berat.
Salah satu pemain global di segmen kendaraan utilitas dan pertanian.
Memiliki ekspor ke lebih dari 100 negara.
Produk pikap Mahindra populer di pasar Asia Selatan, Afrika, dan sebagian Amerika Latin karena harga kompetitif dan daya tahan tinggi.
Tata Motors
Didirikan: 1945
Bagian dari: Tata Group
Kantor pusat: Mumbai, India
Tata Motors merupakan:
Salah satu produsen kendaraan komersial terbesar di India.
Pemilik merek global seperti Jaguar Land Rover.
Pemimpin pasar kendaraan niaga di India.
Tata memiliki lini pikap dan truk ringan yang banyak digunakan untuk sektor logistik dan distribusi pedesaan di India.






