Penambangan Mangrove Lepar Kembali Beroperasi, Kapolres: Nama Kolektor Akan Kami Cek

oleh -
AKTIVITAS Tambang Dipemurai, Desa Kumbung, Kecamatan Lepar Basel. kembali beroperasi. Foto: Ist

 

“Ada Oknum Loreng Kondisikan Tambang Lepar, Ada Fiee Sebesar Rp 10. ribu Untuk Para Media”

TINTABERTABABEL.COM, BASEL — Kepolisian Resort (Polres) Bangka Selatan akan melakukan pengecekkan beberapa nama kolektor timah yang ikut mendukung aktivitas di wilayah Pemurai, Desa Kumbung Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

Hal itu diungkapkan Kapolres Basel AKBP Trihanto Nugroho S.ik, Kepada Wartawan  Kamis (09/5/24) Siang.  Menurut Akpol Lulusan tahun 2002 itu bahwa informasi sudah diterima dan akan dilakukan pengecekkan.

“Ya info ini diterima nama kolektornya akan kami cek terimakasih,”kata Kapolres.

Diketahui Aktivitas tambang yang menggasak ratusan pohon mangrove dilakukan oleh Hen (40) warga  Desa Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar, Basel. Terkuak nya nama Hen setelah awak media mendapatkan keterangan dari Bambang pekerja tambang dan Daeng pengurus lapangan .

Baca Juga  Dipukul saat Berada di PT PMM, Dantim Satgas Tricakti Lapor ke Polda Babel

Diberitakan sebelumnya, Kegiatan penambangan timah ilegal di wilayah Pemurai, Desa Kumbung, Kecamatan Lepar yang menghancurkan ratusan hektare pohon mangrove ahkirnya terkuak.

Hen (40) warga Desa Tanjung Sangkar yang disebut sebut melakukan penambangan timah secara ilegal membenarkan dirinya lah yang melakukannya.

Tidak hanya itu, Hen juga mengaku timah miliknya ia kirim ke Juntew yang merupakan kolektor ternama di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Basel.

“Nomor satu, kalau masalah koordinasi aparat saya tidak tau, untuk nomor dua itu benar saya mengirim dan penampung timahnya ke Juntew,”ujarnya.

Cabang mencabang, Juntew yang di sebut Hen Koordinator tambang timah ilegal. Juga di konfirmasi namun sayang Juntew tidak menjawab dan memilih bungkam.

Baca Juga  Peduli Lingkungan, PT TIMAH Tbk Gencar Tanam Mangrove

Hasil dari Liputan Khusus (Lipsus) Tinta Babel, ternyata tidak putus ke Juntew, di belakang Juntew terdapat ada satu kolektor besar di wilayah Desa Keposang.

Siapa dia, Tayel. Tayel warga Keposang diduga merupakan pendana dibalik penambangan timah di hutan mangrove Pemurai, Desa Kumbung, Kecamatan Lepar.

Untuk mendapatkan konfirmasi yang akurat, Tinta Babel kembali mengkonfirmasi kepada Tayel namun sama seperti Juntew, Tayel juga tak menjawab konfirmasi wartawan.

Informasi yang berhasil dihimpun kembali, Kamis (9/5/24) meski sempat berhenti aktivitas tersebut kembali beroperasi dan diduga di bekingi oknum loreng.

Tidak hanyah itu, oknum loreng juga disebut telah telah mengondisikan aktivitas tersebut dengan fiee sebesar Rp 10. ribu untuk para media.(tb/tintababel.com)

Baca Juga  Hari Nelayan Nasional 6 April: Ancaman Kapal Trawl di Laut Bangka, Nama AKP ASM dan Bos Sungsang Unyil Mencuat

No More Posts Available.

No more pages to load.