BANGKA SELATAN, TINTABABEL.COM– Komitmen PT Bukit Palma Prima untuk memperbaiki Jalan Usaha Tani (JUT) milik warga Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, yang hancur akibat aktivitas proyek mereka dituding hanya “isap jempol” belaka.
Alih-alih memprioritaskan akses warga, perusahaan justru terlihat lebih sibuk mengejar target pembangunan sendiri.
Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan ironis truk-truk pengangkut tanah puru hilir mudik melintasi jalan tersebut.
Namun, material itu bukan ditujukan untuk menambal kubangan di jalan warga, melainkan untuk keperluan konstruksi internal perusahaan.
Seorang petani lokal mengungkapkan kekecewaannya melihat prioritas perusahaan yang dinilai egois. Menurutnya, tanggung jawab sosial seharusnya didahulukan sebelum perusahaan mengeruk keuntungan di tanah mereka.
“Sudah berapa truk lewat membawa tanah puru, tapi bukan untuk jalan kami. Itu untuk material mereka. Di mana tanggung jawabnya? Perusahaan hanya ingin bangunannya cepat selesai, sementara kami menderita. Kalau hujan, jalan hancur dan mobil kami tidak bisa lewat,” cetusnya dengan nada geram, Rabu (29/4/2026).
Warga mengakui bahwa pihak perusahaan sempat menurunkan alat berat beberapa hari lalu. Namun, upaya tersebut dinilai hanya formalitas belaka karena tidak dibarengi dengan pengerasan material yang memadai.
“Hanya perataan tanah menggunakan alat berat (digiling). Tanpa lapisan tanah puru, perbaikan tersebut sia-sia karena jalan akan kembali berlumpur dan amblas saat diguyur hujan,” jelasnya.
Kehadiran PT Bukit Palma Prima yang semula diharapkan mampu mendongkrak ekonomi desa, kini justru menjadi momok bagi warga.
Ketidakpedulian perusahaan terhadap infrastruktur dasar warga memicu pertanyaan besar terkait dampak keberadaan mereka di Desa Nangka.
“Kalau hanya membuat rugi, untuk apa mereka hadir di sini? Urusan jalan saja tidak tanggung jawab, apalagi hal yang lain?” tutup petani tersebut dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, Humas PT Bukit Palma Prima, Bravo saat dikonfirmasi media ini belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga Desa Nangka mengenai prioritas perbaikan akses publik tersebut. (DK/Radak Babel)
Pembangunan PT BPP Berdiri di Atas Penderitaan Petani : Jalan Usaha Tani Hancur, Perusahaan Egois?










