JAKARTA, TINTABABEL.COM – Kabar gembira buat para orang tua yang sering cemas anaknya main game sampai lupa waktu atau ngobrol dengan orang asing. Platform game raksasa, Roblox, akhirnya resmi “tunduk” pada aturan main pemerintah Indonesia demi menjaga keamanan pengguna bocah.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengumumkan bahwa Roblox telah berkomitmen penuh mematuhi Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak (PP Tunas).
Hasilnya? Ada perubahan besar-besaran, terutama soal fitur komunikasi yang selama ini jadi celah bahaya.
No Chat, No Problem!
Salah satu poin paling tegas dalam kesepakatan ini adalah dimatikannya fitur komunikasi otomatis untuk pengguna di bawah 16 tahun. Jadi, jangan kaget kalau nanti si kecil nggak bisa lagi sembarangan chatting di dalam game.
“Jika tidak melakukan verifikasi usia, fitur chat langsung dimatikan. Bahkan, orang dewasa yang nggak verifikasi wajah juga bakal kena ‘mute’ otomatis,” tegas Meutya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Kenalan sama ‘Roblox Kids’ dan ‘Roblox Select’
Nggak cuma soal chat, Roblox juga meluncurkan dua jenis akun khusus buat anak Indonesia:Roblox Kids (Usia 5-12 tahun): Versi ini paling ketat. Nggak ada fitur chat sama sekali.
Koleksi game-nya pun disaring ketat agar sesuai dengan norma dan budaya Indonesia.Roblox Select (Usia 13-15 tahun): Fitur chat tetap terbatas.
Mereka nggak bisa ngobrol sama orang asing. Izin komunikasi hanya bisa dibuka oleh orang tua untuk anggota keluarga atau teman dekat saja.VP Global Head of Public Policy Roblox, Nicky Jackson, menyebut sebanyak 23 juta akun anak-anak di Indonesia akan langsung dialihkan secara otomatis ke dua jenis akun ini.
Kendali Penuh di Tangan Orang Tua
Selain urusan chat, Roblox kini punya fitur Screen Time. Buat para ibu yang pusing anaknya kecanduan main, sekarang durasi main bisa diatur langsung lewat akun orang tua.
Jadi, nggak ada lagi alasan “lima menit lagi” yang berujung berjam-jam.”Orang tua sudah bisa mulai mengatur jam main anak-anak mereka sekarang juga,” tambah Meutya.
Langkah ini diambil setelah diskusi panjang antara Komdigi dan Roblox, mengingat jumlah pemain Roblox di Indonesia mencapai 45 juta orang, di mana setengahnya adalah anak-anak. Dengan verifikasi usia yang ketat, diharapkan ruang digital kita jadi tempat yang lebih ramah dan aman buat si kecil. (Inilah)
Patuhi Aturan Pemerintah, Roblox Resmi Terapkan Verifikasi Usia Ketat bagi Pengguna Indonesia







