Pagi Ini 9 Excavator Milik H. Tom Telah Di Pindahkan Satgas Ke Nadi

oleh -

TINTABERITABABEL.COM, BANGKA TENGAH — Herman Fu alias Kofu satu dari enam (6) orang pemilik alat berat sebanyak 12 unit jenis Excavator dan 2 unit Buldoser telah mendatangi penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung (Babel), jumat (14/11-2025) siang.

Kedatangan pria berdarah Sungailiat, Kabupaten Bangka itu, untuk di mintai keterangan dan memberikan klarifikasi penyewaan satu (1) unit alat berat milik nya yang digunakan melakukan penambangan timah tanpa izin di wilayah Sarang Ikan, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.

Informasi yang berhasil dihimpun tintababel.com, Selain Kofu,
ada 5 nama lainya yang merupakan pemilik alat itu diantaranya, Igus, Atom, Alim, Aloy dan Anam. Mereka sampai saat ini belum diketahui keberadaannya oleh Satuan tugas (Satgas) PKH. Yang dibentuk Peresiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto.

Baca Juga  Pengumuman, Laba Timah Tembus Segini

A’N, sumber tintababel.com mengatakan kalau 6 orang pengusaha atau pemilik alat belasan unit tersebut. Baru satu orang dimintai keterangan seputar kepemilikan alat berat yang diamankan Satgas PKH di Kejati Babel.

“Kemarin beberapa hari sebelum alat itu ditangkap saya sempat mengobrol dengan operator alat itu bang, makanya saya tau alat siapa saja yang beroperasi itu,”kata A’N.

A’N menjelaskan dari 9 orang operator yang diamankan oleh Satgas Ia mendegar belum ada yang mengakuhi alat tersebut milik siapa saja yang punya. Namun ia menduga keberadaan nama nama pemilik alat itu saat ini sedang melarikan diri.

“Satgas juga masih mencari siapa saja pemilik alat berat ini bang, kalau kami sesama operator kami sudah tau bang siapa saja yang terlibat dan pemilik dari alat itu, kami kan sering komunikasi sesama operator,”ujarnya.

Baca Juga  Tanggapi Laporan Kuncui, Kuasa Hukum Farida : Kami Sudah Melaporkan Dulu ke Polda Babel

Saat ditanyakan dimana domisili para nama nama para pemilik alat berat itu. A’N belum memberikan keterangan pasti. Namun ia berjanji akan memberikan informasi.

“Nanti saya telepon keluarga operator yang diamankan kemarin bang, mereka pasti tau pasti bos bos itu tinggal dimana, Oya bang hari ini ada 9 unit juga alat milik haji Tom diamankan oleh tim Satgas,”ujarnya.

Menurut A’N alat yang diamankan sore tadi di Lubuk Pabrik tidak sedang melakukan aktivitas penambangan. Iapun menceritakan susasan di Lubuk sore tadi sempat mencekam karena masa berbondong bondong mendatangi tim Satgas.

“Tadi ramai bang, banyak masyarakat menyaksikan alat yang terparkir di desa itu diamankan, sampai malam ini alat berat milik haji tom telah dibawa ke Nadi menggunakan mobil tronton dan pagi nanti ada juga helikopter datang kesana,”cetus A’N, sabtu (15/11-2025) pukul 00.38 wib.

Baca Juga  Muara Jelitik Kritis : Nelayan Melawan, Kebijakan Justru Menikam

Terpisah NN, yang juga merupakan warga Kecamatan Lubuk Besar, kepada redaksi tintababel.com mengatakan semua masyarakat tau kalau alat berat yang diamankan oleh tim satgas tidak sedang bekerja dan hanyah parkir di Desa.

“Alat itu tidak bekerja di lokasi bang, makanya masyarakat tadi terkejut dan mendatangi tim Satgas, hamir bang ribut tadi.”pungkasnya. (tb/tintababel.com/La Ode M. Murdani)

No More Posts Available.

No more pages to load.