Nama Bos Liku Kembali Mencuat, Kendalikan Jaringan Timah di Parittiga-Jebus

oleh -

JEBUS, TINTABERITABABEL.COM –  Nama Liku kembali mencuat dan menjadi perbincangan publik. Ia disebut-sebut sebagai pengendali peredaran bijih timah di wilayah Bangka Barat, khususnya di Kecamatan Parittiga dan Jebus.

Pada 24 September 2025 lalu, Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) PT Timah menggeledah sebuah gudang yang diduga milik Liku. Dari penggeledahan tersebut, sekitar 9 ton bijih timah diamankan.

Namun, hingga kini, penanganan kasus tersebut masih menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Radak Babel, Liku diduga tidak bekerja sendirian. Ia disebut memiliki jaringan kolektor yang secara rutin menyetor bijih timah kepadanya dari berbagai wilayah.

Aktivitas tersebut diduga menjadi alasan mengapa gudang milik Liku kerap dijadikan tempat pengolahan dan penampungan timah.

Baca Juga  Penampakan 22 Ton Pasir Timah di Hutan Rebo, Ada Satgas Tapi Barang Bukti Tidak Dibawa ke GPT

Sejumlah nama yang disebut sebagai bagian dari jaringan Liku hingga kini masih aktif di lapangan, antara lain Rio, Aliong, Kojek, Yung, dan Pandi.

Masing-masing disebut memiliki wilayah kerja tersendiri. Ada yang melakukan transaksi pembelian di sekitar Jalan Vihara, Desa Puput, sementara lainnya beroperasi di kawasan Perumnas, Desa Sekar Biru.

Tak hanya itu, jaringan tersebut juga diduga menjangkau wilayah pesisir seperti Dusun Penganak, Desa Cupat, hingga Desa Bakit.

Sumber Tim Radak Babel menyebutkan, nama-nama yang berhasil dihimpun tersebut baru sebagian kecil dari jaringan yang ada.

Seorang sumber berinisial Lim yang enggan disebutkan nama lengkapnya, menilai Liku bukan sosok baru dalam dunia pertimahan ilegal.

Bahkan, saat gudangnya digeledah dan timah diamankan, Liku disebut tengah berada di luar negeri.

Baca Juga  Trobosan Serbuan Vaksin Yang Dilakukan TNI AL Babel Hingga Sampai Ke Siswa

“Dia ini orang lama, orang hebat bang. Tidak mudah menangkapnya,” ujar Lim tersebut, Senin (26/01/2026).

Lim juga menduga, kuatnya posisi Liku tidak lepas dari adanya pihak-pihak berpengaruh yang diduga berada di belakangnya.

“Kita lihat saja, saat timahnya tertangkap dia santai saja. Padahal informasinya sudah beredar luas di media, apalagi sekarang ada sosok perempuan sering dipanggil Ibu Desi yang membantu Liku untuk kirim ke PT MSP,” ucapnya.

Perempuan ini disebut-sebut merupakan orang dalam struktur manajemen di PT MSP.

Meski sempat tersentuh operasi Satgasus, aktivitas gudang yang diduga terkait Liku disebut masih berjalan.

Namun, pola operasinya kini dilakukan lebih tertutup, dengan aktivitas transaksi berlangsung pada pagi hari dan di lokasi yang berbeda-beda.

Baca Juga  Titip Timah demi Hindari Media, Pengakuan Danru MSP Buka Tabir Kejanggalan Asal Pasir Timah

“Tempatnya beda-beda bang. Tolong nama saya dirahasiakan. Setahu saya, yang masih setor ke dia ya itu-itu saja,” kata sumber tersebut.

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian. Masyarakat menantikan kejelasan dan langkah tegas aparat penegak hukum terhadap sosok yang disebut-sebut sebagai cukong timah ternama di Kecamatan Parittiga tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Liku belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Sementara orang dalam yang dipanggil Ibu Desi, saat dikonfirmasi Tim Radak pada Senin (26/1/2026) sore untuk mendapatkan klarifikasi terkait informasi bahwa dirinya yang menjadi penghubung dengan para kolektor tersebut, tidak berani menjawab konfirmasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Ibu Desi belum merespon konfirmasi Tim Radak Babel. (RADAK)

No More Posts Available.

No more pages to load.