BANGKA SELATAN, TINTABABEL.COM – Suasana mediasi di Desa Nangka memanas pada Kamis (7/5/2026). Masyarakat setempat secara bulat menyatakan menolak keras rencana pemindahan jalan alternatif maupun solusi apa pun yang ditawarkan PT Bukit Palma Prima (PT BPP).
Mediasi tersebut dihadiri, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, melalui Dinas Pertanian dan perwakilan pihak perusahaan PT BPP.
“Kami tegas menolak perpindahan jalan!,” seru warga kompak di hadapan perwakilan perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
Pantaun awak media di lokasi, ketegangan memuncak saat warga memilih untuk walk out massal meninggalkan ruang pertemuan. Aksi ini merupakan klimaks dari kekecewaan warga atas rusaknya akses jalan akibat aktivitas proyek perusahaan yang tak kunjung diperbaiki.
“Ayo pulang! Kami hanya ingin jalan kami tetap, tidak dipindahkan,” teriak salah satu warga saat meninggalkan lokasi.
Bukan tanpa alasan, amarah warga dipicu oleh kondisi jalan desa yang hancur lebur akibat alat berat perusahaan tanpa ada itikad baik untuk perbaikan. Warga merasa janji perbaikan hanya isapan jempol belaka.
“Kami tidak mau solusi lagi. Sudah cukup kami bersabar melihat jalan hancur dan menanggung kerugian sendiri,” cetus seorang warga dengan nada geram.
Selain itu, masyarakat menilai untuk apa terlalu banyak mediasi. Sementara pihak perusahaan sudah melakukan langkah hukum terkait polemik jalan tersebut.
“Jadi untuk apa solusi? Biar hukum yang menentukan, kami siap dengan langkah apapun,” tantang warga lainnya diluar Balai.
Meski Kepala Dinas Pertanian Bangka Selatan, Risvandika, berupaya membujuk warga untuk kembali berunding, masyarakat tetap bergeming dan memilih meninggalkan balai desa tanpa kesepakatan.
“Ayo kita dengar cari solusinya, hargai kami dari jauh,” ucap Risvandika seraya mengajak warga kembali diskusi. (DK/Radak Babel)
Mediasi Memanas! Warga Desa Nangka Tinggalkan Ruang Mediasi Tolak Manuver PT BPP







