Ketika Jurnalis Tergerus Kepentingan Manipulatif : Pers Kehilangan Makna dan Martabat Kebenaran

oleh -

Opini: Oleh – La Ode M. Murdani (Wartawan Muda Babel)

 

TINTABERITABABEL.COM — Jurnalisme sejatinya berdiri di atas satu pilar utama, yaitu kebenaran. Wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan fakta apa adanya kepada publik, tanpa manipulasi dan tanpa kepentingan tersembunyi. Namun, realitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa idealisme tersebut kerap tergerus oleh kepentingan pribadi oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan jurnalisme.

Tidak sedikit berita yang seharusnya disampaikan secara jelas dan transparan justru dibuat buram. Fakta dipotong, sudut pandang diubah, bahkan informasi penting dihilangkan demi melindungi kepentingan pihak tertentu. Praktik semacam ini bukan hanya mencederai etika jurnalistik, tetapi juga mengkhianati kepercayaan publik yang menggantungkan pemahaman mereka terhadap media.

Baca Juga  Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Penyerangan Aktivis Kontras Andrie Yunus

Ketika jurnalis tidak lagi berpihak pada kebenaran, masyarakatlah yang menjadi korban. Publik menerima informasi yang setengah benar, sehingga opini yang terbentuk pun menjadi keliru. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat melemahkan daya kritis masyarakat dan merusak fungsi pers sebagai pilar demokrasi.

Lebih memprihatinkan lagi, pemburaman berita sering kali dilakukan demi keuntungan pribadi, baik berupa materi, jabatan, maupun perlindungan kekuasaan. Oknum jurnalis semacam ini menjadikan profesinya sebagai alat transaksi, bukan sebagai sarana pengabdian. Tindakan tersebut mencoreng nama baik jurnalis lain yang masih berpegang teguh pada kode etik dan integritas.

Oleh karena itu, penting bagi jurnalis untuk kembali menempatkan kebenaran sebagai kompas utama dalam setiap pemberitaan. Media juga harus memperkuat pengawasan internal serta menegakkan kode etik secara tegas. Di sisi lain, masyarakat perlu menjadi pembaca yang kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh berita yang sengaja diburamkan.

Baca Juga  Jederrr...! Sedang Kerja Ti La Ode Dan Temannya Tewas

Pada akhirnya, jurnalisme tanpa kejujuran hanyalah propaganda yang dibungkus rapi. Jika kebenaran terus dikorbankan demi kepentingan pribadi, maka kepercayaan publik terhadap media akan runtuh. Dan ketika kepercayaan itu hilang, jurnalisme kehilangan makna serta martabatnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.