JAKARTA, TINTABABEL.COM — Nama Indonesia kembali bergema di kancah Serie A. Kapten Timnas Garuda, Jay Idzes, dinobatkan sebagai pemain terbaik laga setelah penampilan gagahnya saat Sassuolo menahan imbang Fiorentina 0-0 di Stadion Artemio Franchi, Minggu (26/4/2026) malam WIB.
Penghargaan tersebut bukan kebetulan. Idzes tampil bagai tembok berjalan sepanjang 90 menit, memimpin lini belakang Neroverdi meredam gempuran tuan rumah La Viola yang tampil dominan. Trofi Panini Player of the Match pun berhasil dikantongi pemain berusia 25 tahun tersebut, sebagaimana dikonfirmasi akun Instagram resmi klub.
Statistik yang Berbicara
Data tidak pernah berbohong. Sepanjang pertandingan, Fiorentina menggempur dengan 22 tembakan total (lima tepat sasaran), sementara Sassuolo hanya melepaskan 11 percobaan dengan satu yang on target. Penguasaan bola pun nyaris berimbang Fiorentina 49 persen, Sassuolo 51 persen.
Di tengah serbuan itulah Idzes menjelma sebagai mimpi buruk lini serang tuan rumah. Statistik dari SofaScore mencatat ia melakukan tujuh sapuan, dua blok krusial, plus memenangi dua duel perebutan bola. Kombinasi disiplin posisi dan keberanian melawan bola membuat gawang Stefano Turati tetap perawan.
Drama 90 Menit di Artemio Franchi
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak peluit pertama. Sassuolo justru nyaris unggul lebih dulu di menit ke-11 lewat sepakan Ulises Garcia, sebelum kiper veteran David de Gea melakukan penyelamatan penting. Fiorentina membalas via upaya Dodo dan sundulan Luca Ranieri yang sukses dipatahkan barisan belakang yang dikomandoi Idzes.
Babak kedua tak kalah menegangkan. Peluang emas Albert Gudmundsson di menit ke-50 mentah karena tembakannya kurang bertenaga. Di sisi lain, I Neroverdi nyaris merobek gawang lawan andai bola sepakan Andrea Pinamonti tak membentur tiang gawang.
Hingga peluit panjang berbunyi, papan skor tetap tak berubah. Skor kacamata, satu poin untuk masing-masing tim.
Pilar Utama Lini Belakang Sassuolo
Pencapaian ini sekaligus menegaskan status Idzes sebagai jantung pertahanan klub promosi tersebut. Sepanjang musim 2025/2026, ia hampir selalu turun penuh — total 33 laga Serie A dilakoninya, dengan hanya satu pertandingan pada pekan perdana yang ia lewatkan. Sebuah konsistensi yang langka untuk pemain rookie di Liga Italia, apalagi datang dari kawasan Asia Tenggara.
Konsistensi itu pula yang ikut mengantar Sassuolo ke posisi nyaman. Neroverdi kini bertengger di peringkat 10 klasemen sementara dengan koleksi 46 poin dan secara matematis sudah dipastikan aman dari zona degradasi. Selisih 18 poin atas Cremonese di zona merah mustahil terkejar dengan empat laga tersisa.
Sementara Fiorentina justru terjebak di posisi 15 dengan 37 poin — sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi tim sekelas La Viola.
Catatan Kecil yang Perlu Dikoreksi
Sebagai catatan, Fotmob justru menobatkan kiper Stefano Turati sebagai Man of the Match versi platform tersebut berkat lima penyelamatan pentingnya dengan rating 8,1. Namun versi resmi Serie A — yang biasanya jadi acuan utama — penghargaan jatuh ke pemain Indonesia, Jay Idzes.
Apapun versinya, satu hal yang pasti: nama Garuda terus terbang tinggi di langit Italia. Jay Idzes bukan sekadar pelengkap, melainkan mesin pertahanan yang sudah mendapatkan respek penuh dari kompetisi paling taktis di Eropa. (Inilah).
Jay Idzes Menggila di Artemio Franchi, Kapten Garuda Jadi Pemain Terbaik Serie A







