BANGKASELATAN, TINTABABEL.COM – Ketegangan di Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Bangka Selatan, kembali memuncak. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, PT Bukit Palma Prima (BPP) secara sepihak mencoba mengalihkan Jalan Tani ke rute alternatif.
Langkah ini sontak memicu kemarahan warga yang merasa perusahaan telah bertindak sewenang-wenang.
Bagi masyarakat setempat, upaya pengalihan jalan ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan bentuk pengabaian terhadap martabat hukum dan hak-hak petani.
“Jangan Sewenang-wenang, Tunggu Inkrah,” tegas salah seorang warfa Desa Nangka, Minggu (10/5/2026).
Masyarakat Desa Nangka dengan tegas menolak tawaran jalan alternatif tersebut. Mereka menuntut pihak perusahaan untuk menghormati proses hukum yang sedang bergulir di pengadilan hingga muncul putusan tetap (inkrah).
“Hukum masih berproses, kenapa mereka tiba-tiba mau memindahkan kami ke jalan alternatif? Kami sudah terlalu banyak rugi. Apa pun alasannya, kami menolak jalan alternatif,” tegas warga
Warga menantang pihak perusahaan untuk beradu bukti secara transparan di meja hijau daripada melakukan tindakan sepihak di lapangan.
“Biarkan nanti buka-bukaan di persidangan. Siapa yang salah dan siapa yang benar, biar hukum yang memutuskan. Hargailah proses yang ada, jangan merasa di atas hukum,” tambahnya.
Kekecewaan warga bukan tanpa alasan. Selama ini, Jalan Tani yang menjadi urat nadi ekonomi petani sawit hancur lebur diduga akibat aktivitas perusahaan, namun tanggung jawab yang diharapkan tak kunjung datang.
Akses Terputus petani kesulitan membawa hasil panen sawit keluar dari lahan.Kerugian finansial estimasi kerugian kolektif warga mencapai ratusan juta rupiah akibat gagal panen dan rusaknya komoditas.
Beban Swadaya, warga terpaksa merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki jalan secara mandiri karena pihak perusahaan dianggap tidak peduli.
“Jalan kami hancur, mereka tutup mata. Tidak ada tanggung jawab sama sekali. Kami memperbaiki jalan sendiri secara swadaya. Kalau ditotal, kerugian kami sudah ratusan juta,” pungkas warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat tetap bersiaga menjaga akses Jalan Tani semula dan menolak keras segala bentuk intimidasi maupun upaya pengalihan jalan sebelum ada ketetapan hukum yang jelas.
Terpisah, Humas PT Bukit Palma Prima, Bravo saat dikonfirmasi media ini via whatsap terkait pengalihan Jalan yang dikeluhkan warga belum memberikan tanggapan. (DK/Radak Babel)
Jalan Tani Hancur dan Merugi Ratusan Juta, Warga Desa Nangka Tolak Jalur Alternatif PT BPP







