Iwan Carlos: Dari Dunia Jurnalistik ke Panggung Musik, Menjaga Identitas Lokal Lewat Nada dan Kata

oleh -

TINTABERITABA BEL.COM, PANGKALPINANG— Dunia musik Bangka Belitung memiliki banyak sosok yang tumbuh dari akar budaya lokal. Salah satunya adalah Iwan Carlos, musisi yang konsisten menghadirkan karya-karya bernuansa kedaerahan, sosial, dan cinta, sekaligus dikenal luas sebagai seorang wartawan/jurnalis.

Pria bernama lengkap Iwan Setiawan, S.T., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par. ini lahir di Sungailiat, 18 Oktober 1973. Di luar panggung musik, Iwan dikenal aktif di dunia jurnalistik, sebuah profesi yang membentuk sensitivitasnya terhadap realitas sosial, lingkungan, dan dinamika masyarakat Bangka Belitung. Tak heran, banyak karya musiknya lahir dari kegelisahan, pengalaman lapangan, dan cinta terhadap tanah kelahiran.

Mengusung nama panggung Iwan Carlos, ia juga menjadi bagian dari Zivara Band, grup musik yang konsisten mengangkat warna lokal, baik dari segi bahasa, tema, maupun karakter musikal. Musik bagi Iwan bukan sekadar hiburan, tetapi medium narasi dan perlawanan kultural yang halus.

Baca Juga  Libur Panjang Imlek Dimulai Hari Ini

Sejumlah single yang dirilis Iwan Carlos mendapat tempat tersendiri di hati pendengar, khususnya masyarakat Bangka Belitung. Lagu-lagunya kerap menggunakan dialek lokal dan mengangkat isu keseharian masyarakat, seperti lingkungan, relasi sosial, hingga kisah cinta yang membumi.

Beberapa karya yang dikenal luas antara lain “Kesetiaan Cinta”, “Bunga-Bunga Cinta”, dan “Cintamu Bagai Tsunami” yang menampilkan sisi romantis dan reflektif. Sementara lagu seperti “Kembalikan Sungai Rangkuiku” menunjukkan keberpihakan Iwan pada isu lingkungan dan kearifan lokal yang mulai tergerus.

Tak hanya itu, karya-karya seperti “Ngerafik Say”, “Lahlungoi”, “Kinik Ikak Lah Besak Nak”, “Ancok Lilot Atiku”, “Dek Jangan Ka Menangis Agik”, “Ketemu Mantan Tunang”, hingga “Pilih Miak Ape Amoy” menjadi bukti keberanian Iwan mengangkat identitas lokal ke ruang publik musik yang lebih luas.

Baca Juga  Muri Cs Desak Komisi I Umumkan Nilai Peserta Seleksi KPID Versi Maladministrasi ke Publik

Saat ini, Iwan Carlos berdomisili di Perumahan PNS Kemang Permata, Tua Tunu, Kota Pangkalpinang dan tetap aktif berkarya di tengah kesibukan jurnalistik.

Konsistensinya menjadikan musik sebagai ruang ekspresi budaya menjadikan Iwan bukan sekadar musisi, melainkan penjaga memori kolektif Bangka Belitung melalui lagu.

Di tengah gempuran musik populer nasional dan global, kehadiran musisi seperti Iwan Carlos menjadi penting sebagai penanda bahwa musik daerah masih hidup, relevan, dan mampu berbicara lintas generasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.