INTERNASIONAL, TINTABABEL.COM — Iran menegaskan tidak akan meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Penegasan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi ketika perang sudah berlangsung hampir sepekan.
“Perang ini bukan perang kami. Ini adalah perang pilihan Amerika Serikat,” katanya kepada NBC News, Jumat (6/3/2026).
Araghchi menuturkan Iran tak melihat alasan untuk meminta gencatan senjata.
“Kami tidak meminta gencatan senjata, dan kami tidak melihat alasan mengapa kami harus bernegosiasi,” lanjut dia.
“Bernegosiasi dengan AS ketika kami telah bernegosiasi dengan mereka dua kali, dan setiap kali mereka menyerang kami di tengah negosiasi?” tanyanya.
“Jadi tidak ada permintaan gencatan senjata dari kami, dan tidak ada permintaan negosiasi dengan AS dari kami. Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus bernegosiasi,” sambung Araghchi.
Araghchi juga memperingatkan bahaya bagi militer AS jika nekat melakukan invasi darat ke Iran.
“Dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” katanya.
“Setelah enam hari perang melawan Iran, jelas bahwa AS telah gagal mencapai tujuan utamanya, yaitu kemenangan yang bersih dan cepat,” ujar diplomat top Iran tersebut.
“Mereka gagal mencapai itu, dan sekarang mereka mencoba membenarkan mengapa mereka menyerang kami. Dan mereka telah, Anda tahu, menyampaikan begitu banyak alasan yang berbeda, tetapi tidak satu pun yang berhasil,” kata Araghchi.
“Dan sekarang mereka membicarakan, Anda tahu, rencana B. Dan saya, saya percaya bahwa, Anda tahu, rencana B akan menjadi kegagalan yang lebih besar,” paparnya.
Komentar Araghchi menunjukkan bahwa Iran akan menghadapi perang yang lebih lama dengan AS dan Israel.
Setelah Presiden Amerika Donald Trump memperkirakan perang tersebut berlangsung selama empat hingga lima minggu.
Trump sendiri juga telah mengkritik para pendahulunya dari Partai Demokrat karena terlibat dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah. (Lew)
Sumber : sindonews.com






