JAKARTA, TINTABABEL.COM – Keajaiban Como 1907 di bawah arahan Cesc Fabregas mencapai puncaknya. Klub promosi tersebut sukses mengukir sejarah dengan lolos ke ajang Liga Champions musim depan setelah membantai tuan rumah Cremonese 4-1 pada laga pamungkas Serie A di Stadio Giovanni Zini, Minggu (24/5) malam waktu setempat.
Hasil ini tidak hanya menjadi malam magis bagi Como, tetapi juga menjadi petaka bagi Cremonese yang dipastikan harus rela terdegradasi ke Serie B musim depan.
Krisis Badai Penyakit Tuan Rumah
Laga penentuan ini sebenarnya datang di saat yang sangat tidak tepat bagi Cremonese.
Skuad asuhan Marco Giampaolo dihantam krisis parah akibat virus perut yang memaksa absennya Warren Bondo, Martin Payero, Faris Moumbagna, dan Mikayil Faye. Selain itu, mereka juga kehilangan Antonio Sanabria, Federico Baschirotto, dan Federico Ceccherini akibat cedera.
Situasi tuan rumah semakin memburuk ketika Youssouf Maleh harus ditarik keluar lapangan pada menit-menit awal pertandingan akibat cedera otot. Di sisi lain, Como juga tidak tampil dengan kekuatan penuh, mengingat bintang utama mereka, Nico Paz, hanya bisa duduk di bangku cadangan akibat masalah otot.
Dominasi Como dan Awal Hujan Gol
Meski bermain di kandang lawan, Como tampil lebih dominan. Kebuntuan pecah pada menit ke-36 ketika sepakan Tasos Douvikas yang sempat ditepis kiper Emil Audero menghasilkan sapuan buruk dari Giuseppe Pezzella. Bola liar langsung disambar oleh Jesus Rodriguez untuk membawa Como unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Como langsung menggandakan keunggulan di menit ke-51. Kali ini, giliran Jesus Rodriguez yang bertindak sebagai kreator dengan melepaskan assist matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Douvikas di tiang jauh.
Cremonese sempat memunculkan asa saat mendapat hadiah penalti hanya empat menit berselang (55′). Pelanggaran Jacobo Ramon terhadap Jamie Vardy di kotak terlarang sukses dieksekusi dengan baik oleh Federico Bonazzoli untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Drama Penalti dan Hujan Kartu Merah
Titik balik yang meruntuhkan mental Cremonese terjadi pada menit ke-74. Melalui intervensi VAR, wasit menunjuk titik putih untuk Como setelah Matteo Bianchetti mengangkat kaki terlalu tinggi saat menghentikan Douvikas.
Keputusan penalti yang dinilai sangat kontroversial ini memicu kemarahan kubu tuan rumah. Wasit bertindak tegas dengan mengeluarkan tiga kartu merah sekaligus untuk Cremonese: Alberto Grassi (diusir dari lapangan), serta Milan Djuric dan David Okereke (diusir dari bangku cadangan karena protes keras).
Lucas Da Cunha yang maju sebagai algojo sukses mengonversi penalti tersebut menjadi gol ketiga Como. Da Cunha kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-81 melalui tembakan mendatar keras ke tiang dekat yang mengejutkan kiper, mengunci skor menjadi 4-1.
Como nyaris mencetak gol kelima, namun asis Alvaro Morata kepada Sergi Roberto dianulir karena offside.
Kado Manis dari San Siro
Pesta Como di ruang ganti semakin pecah setelah peluit panjang dibunyikan. Kabar baik datang dari San Siro, di mana AC Milan secara mengejutkan menelan kekalahan di kandang sendiri.
Kekalahan Milan tersebut memastikan bahwa Como 1907 berhak menyegel tiket Liga Champions berkat keunggulan rekor head-to-head, membuat hasil akhir pertandingan Juventus menjadi tidak lagi relevan bagi nasib skuad Fabregas.
Ringkasan Pertandingan
Skor Akhir: Cremonese 1-4 Como 1907
Pencetak Gol: Federico Bonazzoli (55′ Pen) | Jesus Rodriguez (36′), Tasos Douvikas (51′), Lucas Da Cunha (74′ Pen, 81′)
Kartu Merah Cremonese: Alberto Grassi (72′), David Okereke (71′ – bangku cadangan), Milan Djuric (71′ – bangku cadangan). (Inilah)







