Harga Emas Antam Melonjak Rp 167 Ribu, Tembus Rp 3,02 Juta per Gram

oleh -
Gambar Dok Liputan 6

JAKARTA, TINTABABEL.COM — Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melonjak tajam pada perdagangan Senin (2/2/2026), setelah sempat mengalami penurunan signifikan pada pekan lalu.

Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini naik Rp 167.000 menjadi Rp 3.027.000 per gram. Sebelumnya, harga emas dipatok Rp 2.860.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam justru mengalami penurunan sebesar Rp 21.000. Saat ini, harga buyback berada di level Rp 2.633.000 per gram. Artinya, jika konsumen ingin menjual emas batangan ke Antam, maka akan dihargai sesuai angka tersebut.

Untuk diketahui, harga emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.

Baca Juga  Update Kasus Penyelundupan Timah Ilegal, Ahyen Akhirnya Buka Suara: Sebut Nama Alex Warga Malaysia

Seluruh data harga emas ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, sehingga memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas tinggi.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam Senin, 2 Februari 2026 untuk pengiriman dari Pulogadung, Jakarta:

  • 0,5 gram: Rp 1.563.500

  • 1 gram: Rp 3.027.000

  • 2 gram: Rp 5.994.000

  • 3 gram: Rp 8.966.000

  • 5 gram: Rp 14.910.000

  • 10 gram: Rp 29.765.000

  • 25 gram: Rp 74.287.000

  • 50 gram: Rp 148.495.000

  • 100 gram: Rp 296.912.000

  • 250 gram: Rp 742.015.000

  • 500 gram: Rp 1.483.820.000

  • 1.000 gram: Rp 2.967.600.000

Pergerakan Harga Emas Dunia

Pada pekan terakhir Januari 2026, harga emas dunia mengalami volatilitas ekstrem. Harga emas global sempat menembus rekor hingga USD 5.600 per ons, sebelum akhirnya berbalik arah dan anjlok tajam.

Baca Juga  Didit Srigusjaya: LPG dan BBM di Bangka Belitung Aman Hingga Idul Fitri

Melansir Kitco News, harga emas spot pada awal pekan lalu dibuka di level USD 5.021,97 per ons. Perdagangan sempat stabil di kisaran USD 5.000 hingga USD 5.100, sebelum mengalami tekanan hebat pada Jumat.

Harga emas kemudian merosot hingga menyentuh titik terendah mingguan di USD 4.679,51 per ons. Upaya pemulihan gagal menembus kembali level USD 5.000, sehingga emas bergerak di rentang USD 4.840–USD 4.900 hingga penutupan akhir pekan.

Pandangan Pelaku Pasar

Survei Emas Mingguan Kitco News menunjukkan pelaku pasar di Wall Street masih terpecah dalam memprediksi arah harga emas jangka pendek. Sementara itu, investor ritel cenderung tetap optimistis terhadap prospek emas.

Analis pasar senior Barchart.com, Darin Newsom, menilai pergerakan emas saat ini sangat sulit ditebak.

Baca Juga  Ada Tambang Timah Menggunakan 5 Unit Excavator Diduga Ilegal

“Mustahil untuk menebak arahnya saat ini. Pasar mencatatkan rentang harian ratusan dolar, dan emas tidak sendirian karena perak dan tembaga juga bergerak ekstrem,” ujarnya.

Presiden dan COO Asset Strategies International, Rich Checkan, justru memprediksi harga emas akan kembali menguat.

“Jika penurunan pada Jumat dipicu oleh penunjukan Ketua Federal Reserve yang baru, maka dampaknya hanya bersifat jangka pendek. Janji suku bunga lebih rendah secara fundamental tetap menguntungkan emas,” katanya.

Sementara itu, Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, menilai tren emas secara umum belum berubah.

“Emas hanya perlu melepas tekanan sesaat. Penurunan besar ini sebenarnya hanya membawa kita kembali ke posisi akhir Januari, dan secara mingguan kita masih berada di level tertinggi sepanjang sejarah,” tuturnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.