Gianluca Rocchi Jadi Tersangka, Dugaan Manipulasi VAR dan Pengaturan Wasit Serie A Terbongkar

oleh -
Gianluca Rocchi, (foto : Harianmassa)

JAKARTA, TINTABABEL.COM — Sepak bola Italia memasuki babak kelam baru. Belum reda luka kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya beruntun, kini badai skandal perwasitan kembali mengguncang negeri pizza.

Gianluca Rocchi, kepala wasit Serie A dan Serie B, resmi berstatus tersangka dalam penyelidikan pidana atas dugaan kecurangan olahraga (sports fraud). Mantan wasit elite itu dijadwalkan menghadap pengadilan di Milan, Kamis pekan ini.

Tak hanya Rocchi, supervisor VAR Andrea Gervasoni juga ikut diseret ke meja hijau dalam kasus yang sama.

Diduga Intervensi VAR dan Atur Penunjukan Wasit

Rocchi dituding mengintervensi keputusan VAR sekaligus memanipulasi penunjukan wasit di sejumlah laga krusial Serie A. Sambil menunggu proses hukum berjalan, ia memilih mundur sementara dari jabatannya.

Insiden paling menohok terjadi pada 1 Maret 2025, dalam laga Udinese kontra Parma. Rocchi disebut menggedor jendela ruang VAR dan mendesak ofisial untuk merekomendasikan tinjauan ulang sebuah insiden penalti di lapangan — sebuah pelanggaran serius terhadap protokol VAR yang seharusnya bebas dari tekanan eksternal.

Media-media Italia juga melaporkan adanya dugaan Rocchi mengubah penunjukan wasit untuk satu pertandingan Inter Milan, dengan memilih pengadil yang dianggap lebih ramah terhadap Nerazzurri. Meski demikian, Inter — yang musim lalu finis hanya berjarak satu poin di belakang juara Napoli — sejauh ini tidak ikut terseret dalam pusaran kasus.

Liga Bersikap: Salah Harus Bayar, Tapi Jangan Hakimi Sistem

Baca Juga  Kasus 'Tendangan Kungfu' Bhayangkara FC Vs Dewa United Berakhir Damai, Ketua PSSI Apresiasi

Presiden Lega Serie A, Ezio Simonelli, angkat bicara dengan nada hati-hati. Ia menegaskan kewajiban menjaga transparansi dan kesetaraan dalam ekosistem sepak bola, namun menolak vonis prematur terhadap wasit dan operator liga secara keseluruhan.

Menurut Simonelli, sebuah surat penyelidikan tidak otomatis meruntuhkan kejujuran intelektual dan kerja keras seluruh sistem.

Ia menambahkan, jika terbukti ada yang berbuat salah, mereka harus mempertanggungjawabkannya. Namun, kredibilitas kompetisi dan keteraturan liga tidak boleh ikut-ikutan dipertanyakan.

Pernah Diselidiki, Sempat Ditutup, Kini Kembali Mencuat
Yang membuat kasus ini makin pelik, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sebenarnya sudah pernah menyelidiki insiden ruang VAR tersebut tahun lalu. Namun proses disipliner ditutup pada Juli dengan kesimpulan tidak ditemukan pelanggaran.

Kini, dengan dibukanya penyelidikan pidana oleh kejaksaan Milan, dugaan lama itu kembali bergaung. Jaksa FIGC, Giuseppe Chiné, menyatakan dirinya terus berkomunikasi dengan kantor kejaksaan Milan dan akan mempertimbangkan membuka kembali penyelidikan internal FIGC bila muncul bukti baru.

Krisis Bertumpuk: Kegagalan Piala Dunia, Bos FIGC Mundur

Skandal Rocchi datang di waktu paling buruk. Sepak bola Italia masih babak belur usai Azzurri gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026 — kegagalan ketiga beruntun yang memalukan bagi negara empat kali juara dunia.

Gelombang mundur pun tak terbendung. Presiden FIGC Gabriele Gravina dan pelatih timnas Gennaro Gattuso telah mengundurkan diri awal bulan ini, meninggalkan kursi panas di tubuh federasi. Dengan munculnya kasus pidana Rocchi, krisis kepercayaan terhadap sepak bola Italia kini lengkap: gagal di atas lapangan, terbongkar di balik layar. (Inilah).

Baca Juga  Melesat 4 Strip ke Peringkat 118 FIFA, Timnas Indonesia Catat Rekor Terbaik dalam 20 Tahun

No More Posts Available.

No more pages to load.