Gempa 5,8 M Guncang Bitung Pagi Ini, Warga Berhamburan Keluar Rumah

oleh -

SULAWESI UTARA, TINTABABEL.COM Suasana tenang Sabtu pagi di Kota Bitung, Sulawesi Utara, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (4/4/2026).

Getaran yang cukup kuat terasa hingga ke sejumlah daerah sekitar, membuat warga tersentak dari aktivitas pagi mereka. Dalam hitungan detik, banyak warga berhamburan keluar rumah, mencari tempat aman sambil diliputi rasa cemas.

Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada kedalaman menengah dan dipastikan tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi hal utama yang ditekankan kepada masyarakat.

“Gempa tidak berpotensi tsunami. Namun kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Kepanikan Warga Tak Terhindarkan

Di sejumlah titik di Bitung, kepanikan warga terlihat jelas. Getaran yang datang tiba-tiba membuat banyak orang spontan menyelamatkan diri ke luar rumah, bahkan tanpa sempat membawa barang berharga.

Baca Juga  Penangkapan 8 Ton Timah Diduga Melibatkan Oknum Anggota Dewan

Beberapa saksi mata mengaku suara gemuruh terdengar bersamaan dengan guncangan yang cukup terasa.

“Getarannya cukup kuat, kami langsung keluar rumah. Takut ada apa-apa,” ujar salah satu warga.

Momen tersebut juga terekam dalam berbagai video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat warga berlarian keluar rumah, sebagian tampak panik sambil mengajak anggota keluarga menjauh dari bangunan.

Aktivitas Tektonik yang Tinggi

BMKG menjelaskan bahwa gempa ini merupakan gempa tektonik yang dipicu oleh aktivitas pergerakan lempeng bumi di wilayah Sulawesi Utara. Kawasan ini memang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi.

Letaknya yang berada di zona pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif membuat wilayah ini kerap mengalami gempa bumi dengan berbagai kekuatan.

Baca Juga  10 Tahun Akin Garap Hutan Lindung Tak Tersentuh Hukum

“Gempa di wilayah Sulawesi Utara merupakan fenomena yang relatif sering terjadi karena kondisi geologi yang kompleks,” jelas BMKG.

Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu kawasan rawan gempa di Indonesia, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko.

Belum Ada Kerusakan Signifikan

Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi mengenai kerusakan besar maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, aparat dan instansi terkait masih terus melakukan pemantauan serta pendataan di lapangan.

Tim gabungan dari pemerintah daerah, BPBD, serta aparat keamanan disebut telah bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan, termasuk jika terjadi gempa susulan.

Imbauan untuk Tetap Tenang

Di tengah situasi yang sempat memicu kepanikan, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga  Modus Permen Kiss Berisikan Narkoba Akhirnya Terungkap

BMKG dan pihak berwenang mengingatkan pentingnya mengikuti informasi resmi serta menjaga kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa Indonesia, khususnya wilayah timur seperti Sulawesi Utara, berada di jalur cincin api (ring of fire) yang rawan aktivitas gempa bumi.

Kewaspadaan, kesiapan, dan ketenangan menjadi kunci utama agar masyarakat dapat menghadapi situasi seperti ini tanpa menimbulkan kepanikan yang berlebihan.

Di balik guncangan yang terjadi, satu hal yang patut disyukuri—hingga kini, gempa tersebut belum menimbulkan dampak besar. Namun, peringatan alam ini tetap menjadi sinyal agar semua pihak tidak lengah.

No More Posts Available.

No more pages to load.