, , , , ,

Disnaker Kota Pangkalpinang dan Manajemen VIZ Kompak Hindari Wartawan, Ada Apa?

oleh -

PANGKALPINANG, TINTABERITABABEL.COM — Sikap tidak transparan kembali dipertontonkan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang dan manajemen Air Mineral VIZ, saat Tim Investigasi Radak Babel melakukan tugas jurnalistik berupa doorstop interview di lokasi, Kamis (04/2/202).

Kedatangan tim media yang bertujuan meminta klarifikasi justru disambut dengan sikap menghindar. Disnaker Kota Pangkalpinang, melalui Kabid Hubungan Industrial (HI), Andi, menolak turun dari mobil dinasnya ketika ditemui awak media.

“Kami akan sampaikan ini dulu kepada pimpinan nanti, intinya kami sekarang dalam pembinaan dan kalau soal perselisihan bisa dilaporkan ke kami, dan nanti kami bisa tindak lanjuti dan mediasi. Kami juga maksimal sampai mediasi,” ujarnya sembari menancap gas mobil dinas dengan nomor Polisi BN 1553 PZ.

Baca Juga  Penyeludupan Timah Didusun Tuing, Lanal Babel Tetapkan ABK Sebagai Tersangka ?

Sejurus kemudian, Andi terlihat bersiap meninggalkan lokasi, seolah menghindari proses wawancara terkait maksud dan tujuan kedatangan mereka ke kantor Air Mineral VIZ.

Situasi makin mencurigakan ketika pihak manajemen VIZ, secara terbuka melarang jurnalis melakukan peliputan di area perusahaan. Akses media dibatasi, pintu gerbang ditutup, dan awak media dihalangi untuk mengambil gambar.

Salah satu petugas keamanan VIZ bahkan menyampaikan secara tegas, wartawan tidak diperkenankan masuk.

“Maaf pak, wartawan tidak boleh masuk. Sudah ada perintah dari atas,” ujar petugas keamanan VIZ.

Larangan tersebut memunculkan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya sedang disembunyikan?

Jika tidak ada persoalan, mengapa harus alergi terhadap kamera dan pertanyaan wartawan?

Baca Juga  Dipukul saat Berada di PT PMM, Dantim Satgas Tricakti Lapor ke Polda Babel

Sikap tertutup ini bertolak belakang dengan prinsip keterbukaan informasi publik, terlebih melibatkan instansi pemerintah seperti Disnaker yang seharusnya berdiri di garda terdepan dalam transparansi dan perlindungan hak-hak tenaga kerja.

Upaya menghalangi kerja pers tidak hanya mencederai demokrasi, tetapi juga menimbulkan kecurigaan publik bahwa ada persoalan serius yang sengaja ditutup rapat dari sorotan media. (RADAK)

No More Posts Available.

No more pages to load.