Direktur CV TBR Lenny Bantah Tudingan Masyarakat Terkait Pihaknya Tidak Membayar Kompensasi

oleh -

Penulis: La Ode M. Murdani. 

TINTABERITABABEL.COM, BELINYU — Dituding tidak membayar Kompensasi ke Masyarakat dan Nelayan di kelurahan Mantung, kecamatan Belinyu, kabupaten Bangka, akhirnya mendapat tanggapan dari pihak CV Tambang Rakyat Bersatu (TBR), yang bergerak di bidang pertambangan itu.

Direktur CV TBR Lenny saat di konfirmasi Media ini, Kamis (29/7/2021) pukul 12.40 WIB mengatakan apa yang disampaikan Pak Darmanto semua tidak benar dan angka yang pihaknya belum membayar tidak sebanyak itu.

“Itu tidak benar Pak Wartawan, saya tidak pernah merasa atau menjanjikan sesuatu kepada masyarakat apa lagi sampai angka kompensasi sebesar itu. Setahu saya dana kompensasi yang belum kami bayar ke masyarakat itu cuma sebesar Rp 50 jutaan,”kata Lenny.

Baca Juga  Tambang Maut Pondi Pemali: 7 Pekerja Tewas, IUP PT Timah Disorot

Menurut Lenny, Selama dirinya sakit sudah satu bulan ini kegiatan Penambangan Perusahaan nya di wilayah belinyu baru bekerja dua hari.

“Kami ini sudah lama Pak Stop, ini saja kami baru berkerja dua hari jadi apa yang di katakan Pak Darmanto itu tidak benar semua Pak, ini saya Klarifikasi yah pak dan saya siap ketemu sama pak Darmanto jangan, ngomong seenaknya, Saya kan ada dasarnya, Admnistrasi dan Nota nya lengkap jadi jangan lihat angka yang belum saya selesaikan dan coba lihat angka yang pernah saya selesaikan untuk mereka, harus di ketahui selama saya melakukan aktivitas di situ saya di fitnah dan tuduh saya diam,”ujarnya.

Baca Juga  Begini Suasana Pemeriksaan Ratusan Ton Timah Lempengan

Saat di singgung terkait legalitas izin pertambangan CV TBR, yang beroperasi di wilayah perairan kecamatan Belinyu, kabupaten Bangka seperti yang di katakan Darmanto bahwa CV TBR tidak memiliki Izin, Menurut Lenny terkait masalah Izin, bukan hanya binaan nya saja dan semua tutup mata

“Ini juga bukan rahasia umum dan jangan menyoroti binaan ibu Lenny saja lah, apakah yang lain itu izinnya lengkap, kalau kita mau bicara Ilegal dan legal tambang di Bangka ini bukan hanya di Teluk Kelabat, sekarang kalau masalah izin saya benar atau tidaknya kenapa cuma punya saya saja yang harus di sorot, apakah binaan aparatur itu ada izin. Terus kenapa yang lain bisa tutup mata. Sementara ibu Lenny di soroti terus, jadi saya juga berterima kasih kepada bapak Wartawan tadi malam sudah konfirmasi ke saya dan mohon maaf saya tidak respon karena saya sedang sakit.”tandasnya. (TB)

Baca Juga  Data Penyusunan Buku Sejarah dan Kebudayaan Buton, Salah Satunya Diambil Dari Babel

No More Posts Available.

No more pages to load.