Bukan Orang Baru, Penembak Brutal Gedung Putih Ternyata Eks Pasien RS Jiwa yang Pernah Menerobos Setahun Lalu

oleh -
Pelaku penembakan di dekat Gedung Putih diidentifikasi sebagai Nasire Best, 21 tahun, yang ternyata pernah ditangkap oleh Secret Service pada Juli tahun lalu. (Foto: X/Inilah)

JAKARTA, TINTABABEL.COM – Teka-teki mengenai jati diri pria bersenjata yang nekat memberondong pos keamanan di luar Gedung Putih akhirnya terkuak. Otoritas keamanan federal mengidentifikasi pelaku yang tewas diterjang timah panas tersebut sebagai pemuda berusia 21 tahun bernama Nasire Best.

Melansir laporan BBC melalui mitra medianya di AS, CBS, Minggu (24/5/2026), identitas pelaku terungkap setelah agen intelijen melakukan pencocokan data pasca-insiden berdarah yang terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sore waktu setempat.

Rupanya, nama Nasire Best bukan orang baru dalam daftar hitam aparat keamanan di pusat pemerintahan Washington DC.

Pernah Terobos Gedung Putih dan Masuk RS Jiwa

Catatan hitam kepolisian menunjukkan bahwa Best memiliki rekam jejak kedaruratan psikologis yang cukup mengkhawatirkan. Sumber internal penegak hukum membeberkan, pemuda ini pernah ditangkap oleh Dinas Rahasia AS alias Secret Service pada Juli 2025.

Modusnya hampir serupa dengan aksi nekatnya yang terakhir. Kala itu, Best mencoba menyusup dan menerobos masuk secara ilegal ke dalam kompleks utama Gedung Putih.

Pasca-penangkapan setahun lalu, proses hukum terhadap Best sempat dialihkan ke koridor medis. Atas rekomendasi otoritas keamanan, ia langsung dikirim ke bangsal psikiatri rumah sakit setempat guna menjalani perawatan intensif akibat gangguan kesehatan mental yang diidapnya. Namun sayangnya, penanganan medis tersebut gagal meredam aksi destruktif Best di masa depan.

Kronologi Penembakan Brutal di Ring Satu

Dalam aksi teranyarnya, nasib Best berakhir di ujung senapan aparat. Kepala Komunikasi Secret Service, Anthony Guglielmi, menjelaskan peristiwa bermula tepat setelah pukul 18.00 sore. Best yang berdiri di dekat perimeter luar keamanan tiba-tiba merogoh tasnya.

“Ia mengeluarkan senjata api dari dalam tasnya dan langsung mulai melepaskan tembakan secara membabi buta,” kata Guglielmi dalam pernyataan resminya.


Melihat ancaman fatal di depan mata, reaksi taktis langsung diambil. “Polisi Dinas Rahasia membalas tembakan dan mengenai tersangka yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, di mana ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” lanjutnya.

Akibat kontak senjata jarak pendek ini, seorang warga sipil yang berada di sekitar lokasi ikut terserempet peluru nyasar. Kendati demikian, Secret Service memastikan tidak ada satu pun personel mereka yang terluka.

Saksi mata di lokasi menggambarkan bagaimana mencekamnya situasi saat peluru muntah bertubi-tubi. “Kami mendengar sekitar 20 hingga 25 suara yang awalnya dikira kembang api, tetapi itu nyata tembakan. Seketika semua orang berhamburan berlari menyelamatkan diri,” tutur Reid Adrian, seorang turis asal Kanada kepada AFP.

Keamanan Donald Trump Dipastikan Aman Total

Pasca-baku tembak, puluhan armada polisi dan pasukan penegak hukum bersenjata lengkap langsung membanjiri lokasi kejadian perkara.

Seluruh akses jalan utama di pusat kota Washington langsung ditutup total, bahkan pasukan Garda Nasional dikerahkan membarikade area agar sterilisasi berjalan steril tanpa gangguan dari pihak luar, termasuk jurnalis.

Saat rentetan peluru pemuda 21 tahun itu memicu kepanikan massal di luar benteng, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah berada di dalam ruang kerjanya.

Otoritas menegaskan, sistem pengamanan internal Gedung Putih bekerja sangat solid dan sang presiden sama sekali tidak terpengaruh oleh insiden di luar perimeter tersebut. (Inilah)

Baca Juga  Terbongkar Timah 273 Kampil Disimpan Asun Sebelum Terjadinya Penyeluduapan 40 Ton

No More Posts Available.

No more pages to load.