Bentengi Masyarakat, OJK Diminta Aktif Deteksi Pola Promosi Investasi

oleh -
Ilustrasi investasi bodong, (foto : DJKN)

JAKARTA, TINTABABEL.COM – Meski sudah banyak korban investasi ilegal atau bodong, bukan berarti praktik tersebut sepenuhnya berhenti. Hingga kini, masih ditemukan berbagai skema investasi bodong yang merugikan masyarakat dengan angka cukup besar.

Konsultan dan perencana keuangan, Elvi Diana, mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat proses penyaringan (screening) serta edukasi publik sebagai langkah preventif dalam mencegah praktik investasi ilegal.

“Pengawasan yang aktif dan sistematis penting untuk memastikan aktivitas investasi yang beredar di masyarakat tidak dimiliki, dipromosikan, atau didukung oleh pihak-pihak yang dapat memberi kesan legitimasi, termasuk pejabat maupun figur publik,” kata Elvi di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Ia menilai langkah tersebut dapat memperkuat perlindungan masyarakat dari investasi ilegal yang kerap memanfaatkan popularitas tokoh tertentu untuk meyakinkan calon investor.

Menurutnya, figur publik memiliki pengaruh besar terhadap persepsi masyarakat. Karena itu, sebagian masyarakat cenderung mudah percaya tanpa mengecek legalitas lebih lanjut ketika suatu produk dipromosikan oleh tokoh yang dikenal luas.

“OJK tidak cukup hanya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. OJK harus aktif melakukan screening terhadap aktivitas investasi yang mencurigakan,” ujarnya.

Elvi menegaskan pengawasan preventif menjadi kunci untuk menekan potensi kerugian masyarakat sejak dini. Deteksi awal terhadap aktivitas investasi yang tidak sesuai ketentuan perlu dilakukan secara berkala agar perlindungan terhadap masyarakat semakin optimal.

“Fungsi pengawasan harus dijalankan secara aktif dan sistematis,” tambahnya.

Ia juga mendorong penguatan koordinasi antara OJK, aparat penegak hukum, lembaga intelijen keuangan, dan platform digital untuk mendeteksi lebih awal pola promosi investasi ilegal yang memanfaatkan nama tokoh tertentu.

Selain pengawasan, Elvi menekankan pentingnya edukasi keuangan kepada masyarakat. Publik dinilai perlu terus didorong untuk memeriksa legalitas investasi secara mandiri, memahami risiko produk keuangan, serta tidak mudah tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Menurutnya, literasi keuangan tetap menjadi benteng utama untuk mencegah masyarakat terjebak investasi ilegal. (Inilah)

Baca Juga  Bareskrim Geledah Rumah dan Gudang Asui di Toboali, Mobil Mustang Seharga Miliaran Rupiah Disita

No More Posts Available.

No more pages to load.