BANGKASELATAN, TINTABABEL.COM -Amarah warga Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, memuncak. Merasa haknya dirampas dan diperlakukan bak penumpang di tanah sendiri, warga nekat memasang portal permanen di jalur penghubung antara Jalan Tani dan lahan milik PT Bukit Palma Prima (BPP), Senin (11/5/2026).
Bukan sekadar kayu pembatas, warga mengibarkan bendera Merah Putih di atas portal tersebut sebuah simbol perlawanan terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai arogan dan sepihak.
Konflik ini meledak setelah PT BPP memutuskan untuk menggabungkan akses jalan perusahaan dengan jalan milik tani warga secara sepihak. Warga menolak keras upaya jalur tersebut dan menuntut jalur mereka dikembalikan seperti semula.
“Kami menolak penggabungan! Biarkan jalan mereka adalah jalan mereka, dan jalan kami, tetap milik kami. Jangan dicampur aduk,” tegas salah satu warga di lokasi aksi.
Kekecewaan ini bukan tanpa alasan. Selama empat bulan terakhir, warga mengaku harus menelan kerugian akibat rusaknya infrastruktur jalan tani yang diduga kuat hancur akibat aktivitas alat berat perusahaan.
Namun, bukannya perbaikan yang didapat, warga justru merasa mendapat perlakuan abai. Dinilai tutup mata terhadap kerugian ekonomi warga. Merasa dijajah oleh kepentingan korporasi di tanah kelahiran sendiri.
“Kami sudah cukup sabar. Jalan kami hancur, kami sudah banyak rugi. Sekarang kami merasa dijajah di tanah sendiri. Kami akan melawan, apa pun konsekuensinya,” lanjutnya dengan nada bergetar.
Warga kini tak lagi ingin sekadar bermediasi tanpa hasil. Mereka justru menantang PT BPP untuk membawa persoalan ini ke meja hijau guna memperjelas status legalitas jalan tersebut.
“Kita tunggu proses hukumnya. Jangan main klaim sepihak. Biar nanti di pengadilan terungkap siapa yang salah dan siapa yang benar,” cetus warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Humas PT BPP, Bravo, belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi pemortalan maupun keluhan warga yang merasa dirugikan.
Bungkamnya pihak perusahaan semakin mempertebal ketegangan di lapangan, sementara portal Merah Putih tetap berdiri kokoh sebagai benteng terakhir hak-hak petani Desa Nangka. (DK/Radak)
Bendera Merah Putih Berkibar di Atas Portal, Perlawanan Warga Desa Nangka Terhadap Keangkuhan PT BPP







