Aroma Khianat di Desa Nangka, Kades Pasang Badan untuk PT BPP, Warga Sendiri ‘Dibuang’

oleh -
Foto : Ilustrasi/AI

BANGKA SELATAN, TINTABABEL.COM – Aroma ketegangan menyelimuti Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Namun, bukan antara warga dengan PT Bukit Palma Prima (BPP), melainkan antara warga dengan pemimpin mereka sendiri.

Statmen Kepala Desa Nangka di media online dengan sorotan gangguan dari oknum masyarakat yang menghambat jalannya investasi dinilai provokasi yang “menusuk dari belakang.”

“Kami tidak pernah menghentikan pekerja atau merusak alat. Mereka kerja ya silakan. Yang kami minta hanya satu jangan hancurkan jalan tani kami!,” tegas salah seorang warga dengan nada geram.

Warga merasa dikhianati setelah Kepala Desa menuding adanya oknum yang menghambat investasi. Padahal, pangkal persoalannya adalah transparansi.

Konsultasi publik yang digelar sebelumnya dituding “main mata” karena hanya mengundang segelintir orang, sementara petani yang sehari-hari melintasi jalan tersebut justru ditinggalkan.

“Ini seperti operasi senyap. Tiba-tiba alat berat masuk, jalan kami hancur. Sekarang kami malah diancam hukum,” tambah warga.

Meski perusahaan menawarkan jalan alternatif, harga diri warga sudah bulat mereka menuntut jalan tani asli dikembalikan seperti semula.

Benarkah warga Desa Nangka melanggar hukum?

Faktanya, hingga detik ini tidak ada satu pun baut alat berat milik PT BPP yang bergeser karena ulah warga. Proyek tetap berjalan, namun narasi “kriminalisasi” justru ditiupkan oleh Kepala Desa Nangka.

Pernyataan Kades yang menyerahkan warganya ke aparat hukum jika dianggap menghambat PT BPP memicu reaksi keras.

Warga menilai sang Kades lebih berpihak pada korporasi ketimbang perut rakyatnya yang kesulitan melintas akibat jalan rusak berat.

“Kami tidak urusan dengan berdirinya PT. Kami hanya ingin jalan kami kembali!,” tegas warga. (DK/Radak)

Baca Juga  Aroma Monopoli di PT BPP Desa Nangka, Truk Sungailiat Berjaya, Warga Lokal Jadi Penonton

No More Posts Available.

No more pages to load.