JAKARTA, TINTABABEL.COM – Bernardino Moningka Vega atau lebih akrab disapa Dino adalah seorang profesional sekaligus pendiri platform pinjaman online bernama AdaKami.
Namanya cukup terkenal karena ia memiliki pengalaman panjang di dunia bisnis dan keuangan.
Berkat jejak kepemimpinannya, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Luar Negeri dan KADIN GEO (Global Engagement Office).
Biodata dan Sekilas tentang Bernardino Moningka Vega
•Nama lengkap: Bernardino Moningka Vega
•Nama panggilan: Dino
•Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 15 Agustus 1962
•Zodiak: Leo
•Pendidikan: University of Southern California dan Providence College
•Pekerjaan Profesional, Pendiri AdaKami
Memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, Bernardino Moningka Vega merupakan lulusan Teknik Sipil University of California (1984) dan pemegang gelar MBA dari Providence College, Amerika Serikat.
Saat ini, ia menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Pembiayaan Digital Indonesia dan PT Pembangkit Energi Mandiri.
Sepanjang kariernya, Bernardino pernah mengemban posisi strategis di sejumlah perusahaan ternama sebagai Komisaris Independen di PT Era Graharealty Tbk, Direktur PT Humpuss Karbommetil Selulosa, hingga Direktur Korpindo Konsultasi.
Ia juga merupakan bagian dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Di organisasi ini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Luar Negeri dan KADIN GEO (Global Engagement Office).
Mendirikan Adakami
Di samping kepemimpinannya di berbagai perusahaan ternama, Bernardino Moningka Vega juga merupakan pendiri AdaKami.
Didirikan pada 2018, AdaKami hadir sebagai platform peer-to-peer (P2P) lending lokal yang menyediakan fasilitas kredit tanpa agunan yang beroperasi di bawah naungan PT Pembiayaan Digital Indonesia.
Perusahaan ini telah resmi berbadan hukum dan diawasi oleh OJK berdasarkan surat keputusan Nomor KEP-128/D.05/2019.
Meski tercatat legal, perusahaan yang sering beriklan di media sosial dan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah, pernah terlibat dalam kasus hukum, saat salah seorang nasabahnya memutuskan mengakhiri hidup karena tidak bisa melunasi pinjaman.
Dari hasil penelusuran, korban ternyata pernah mengajukan pinjaman awal sebesar Rp9,4 juta, tetapi pihak debt collector (DC) menagihnya sebesar Rp19 juta, bunga yang hampir 100 persen dan berbeda dengan janji bunga rendah dalam promosinya.
Meski demikian, AdaKami masih tetap beroperasi dengan mencatatkan total penyaluran dana sebesar Rp70,32 triliun kepada lebih dari 6,73 juta penerima sejak awal berdirinya. (Inilah)







