Aksi Nekat Warga Desa Nangka, Pasang Spanduk Larangan Bagi PT BPP Usai Jalan Hancur Lebur

oleh -
Spanduk sindiran warga Desa Nangka, (foto : DK)

BANGKA SELATAN, TINTABABEL.COM – Merasa dianaktirikan di tanah sendiri, warga Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan nekat melakukan aksi protes keras dengan memasang spanduk larangan melintas bagi kendaraan PT Bukit Palma Prima (BPP) sekaligus memperbaiki kerusakan jalan secara swadaya, Rabu (13/5/2026).


Langkah ekstrem ini diambil setelah jalan desa mereka hancur lebur, yang diduga kuat akibat mobilitas alat berat dan aktivitas pembangunan pabrik pengolahan sawit milik PT BPP.

Bukan sekadar protes di media sosial, warga membuktikan perlawanan mereka dengan melakukan patungan untuk membeli material dan memperbaiki jalan secara mandiri.

Hal ini dipicu oleh sikap perusahaan yang dianggap abai meski kerusakan sudah berlangsung berbulan-bulan.

“Spanduk kami pasang agar PT BPP tidak melintas lagi. Kalau jalan ini hancur lagi, mereka tidak mau tanggung jawab. Kami lelah hanya diberi janji manis,” cetus salah satu warga di lokasi dengan nada geram.

Di lokasi aksi, sebuah spanduk membentang dengan kalimat yang menyentil nalar publik, “Jalan ini jalan usaha tani/jalan produksi Alokasi dana APBD. Rawat, Jaga, Pertahankan!”

Warga menegaskan bahwa status jalan tersebut adalah aset daerah yang dibangun menggunakan APBD tahun 2014, bukan milik perusahaan. Mereka merasa miris karena fasilitas publik yang diperuntukkan bagi petani justru rusak oleh kepentingan korporasi.

“Kami merasa terjajah di tanah kami sendiri! Itulah alasan kami melawan. Kami tidak menghalangi investasi, tapi kami menuntut hak kami. Kalau jalan ini hancur, bagaimana kami mau membawa hasil panen sawit?,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Humas PT BPP, Bravo, yang dikonfirmasi awak media terkait aksi blokade dan tudingan warga tersebut, masih memilih untuk bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi sedikit pun. (DK/Radak)

Baca Juga  Waspada! Hujan Lebat Mengintai Sumatera dan Babel

No More Posts Available.

No more pages to load.