Ada Dugaan Praktik Pungli Di Lingkungan Sekretariat DPRD Bateng, Jaksa Diminta Turun Tangan

oleh -

TINTABERITABABEL.COM, KOBA — Aroma dugaan Pungutan Liar (Pungli) tercium di lingkungan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kabupaten Bangka Tengah.

Beberapa pegawai dan pihak eksternal yang berurusan dengan kantor tersebut mengaku mengalami permintaan biaya tambahan di luar ketentuan resmi sebesar Rp 50 ribu.

Seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya, kepada redaksi tintababel.com, menyebutkan bahwa praktik tersebut dimulai pada bulan September tahun 2025 hingga saat ini.

“50 ribu bang kami dimintai oleh Staf Sekwan namanya Har, ini tidak sesuai aturan. Lama-kelamaan jadi kebiasaan,”ujarnya, Selasa (18/11-2025).

Sumber juga menjelaskan bahwa penghasilan pungli tersebut. Kisaran terkumpul 10 juta perbulan, yang mana proses pungli tersebut dilakukan setiap PNS atau Honorer selesai melakukan perjalanan dinas dan setelah pencairan.

Baca Juga  SPBU 24-333-77 Tempilang Prioritaskan Pengerit, Dugaan Pungli Mencuat

“Mulai hari Senin – Jumat dan rincian yang saya hitung itu mencapai jutaan rupiah dan tidak menutup kemungkinan kalau masuk setahun bisa mencapai ratusan juta. Harapan nya di hilangkan Karana itu termasuk pungli dan kalau di ketahui kejaksaan selesai itu Kami minta Jaksa turun. Karena sudah dua bulan itu,”jelasnya

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah Batianus, saat di konfirmasi terkait dugaan pungli mengaku belum mengetahui pungli tersebut.

“Selamat malam, mohon maaf saya belum tau pungli masalah apa. Coba konfirmasi dengan Sekretariat,”ungkapnya.

Sekretariat Dewan ( Sekwan ) Samsul Komar saat di konfirmasi terkait dugaan pungli yang diduga dilakukan oknum Stafnya.

Menurut Samsul tidak ada pungli ditempat mereka. Namun ia menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya ada meminta sumbangan rumah duka ada keluarga pegawai yang meninggal.

Baca Juga  Kebaikan Itu Kerap Disalahpahami, Andi: Bahkan Dibalas Fitnah

“Itu sumbangan, rumah duka ada keluarga pegawai yang meninggal dan itu sumbangan sukarela,”ujarnya.

Lanjut Samsul bahwa memang ada wacana sumbangan kurban untuk setiap tahun yang akan di lalukan tapi itu baru wacana belum dilakukan.

“Paling kami kemarin itu ada wacana kurban mau beli sapi itu tiap tahun dan itu sebagian dari OPD OPD, tapi itu belum mulai yah baru wacana,”ujarnya.

Saat disinggung bahwa menurut sember yang di peroleh redaksi tintababel.com, bahwa dugaan Pungli tersebut sudah berjalan selama 2 bulan ini. Dijelaskan Samsul tidak ada itu. Memang ada adik pegawai yang meninggal itu saja.

“Saya tidak pernah memerintahkan pegawai saya untuk pungli yah, cuma kemarin itu untuk sumbangan, jadi kalau yang bilang pungli itu tidak pernah.”pungkasnya. (tb/tintababel.com/ La Ode M. Murdani)

Baca Juga  TNI AL Dan Polsek Jebus Evakuasi Korban Tanpa Kepala

No More Posts Available.

No more pages to load.