Abaikan Keselamatan Warga, Armada PT BPP ‘Kotori’ Aspal Desa Nangka

oleh -
Gerbang keluar masuk jalan raya dan PT BPP pada Selasa (11/5/2026), (foto : DK)

BANGKA SELATAN, TINTABABEL.COM – Alih-alih membawa kemajuan, aktivitas operasional PT Bukit Palma Prima (BPP) di Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, justru menjadi momok bagi masyarakat.

Armada pengangkut tanah milik perusahaan kini berada di bawah sorotan tajam setelah dituding menjadi biang kerok rusaknya fasilitas publik dan ancaman keselamatan di ruas jalan vital Toboali – Pangkalpinang.


Pantauan di lapangan pada Selasa (12/5/2026) menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Ceceran material tanah dari bak truk perusahaan telah mengubah aspal mulus menjadi jalur yang licin dan berlumpur, terutama pasca diguyur hujan.

Kondisi ini bukan sekadar persoalan estetika desa yang kumuh, melainkan ancaman nyata bagi nyawa pengendara. Lokasi ceceran tanah yang berada tepat di area tikungan membuat risiko kecelakaan lalu lintas meningkat drastis.

“Coba lihat itu jalannya. Kalau orang ngebut pakai motor bisa langsung jatuh. Ini tikungan, tapi mana tanggung jawab perusahaan untuk membersihkan lumpur itu?,” ujar salah seorang warga dengan nada geram.

Kekecewaan warga mencapai puncaknya karena sikap abai manajemen PT BPP. Perusahaan dituding hanya mengeruk keuntungan tanpa memikirkan dampak ekologis dan sosial bagi lingkungan sekitar.

Tanah yang terbawa ban armada menyebar hingga ke sepanjang jalan desa, menciptakan polusi debu saat kering dan kubangan lumpur saat hujan.

Warga menyebutkan bahwa ini bukan kejadian pertama, namun pihak perusahaan seolah “tutup mata” meski gundukan tanah jelas terlihat di gerbang keluar-masuk mereka.


“Setiap ada proyek mereka, jalan pasti berantakan. Apakah harus menunggu ada nyawa melayang dulu baru mereka mau bertanggung jawab? Mereka hanya cari untung, yang rugi masyarakat sekitar,” cetus warga lainnya sambil menunjuk sisa material di badan jalan.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak PT BPP belum membuahkan hasil. Bravo, selaku Humas PT BPP, memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan terkait keluhan warga maupun tanggung jawab perusahaan terhadap kebersihan jalan publik yang terdampak.

Ketidakhadiran perusahaan dalam memberikan solusi memicu tanya besar. Masyarakat kini menanti tindakan tegas dari instansi terkait sebelum ceceran tanah tersebut memakan korban jiwa. (Dk/Radak)

Baca Juga  Aroma Khianat di Desa Nangka, Kades Pasang Badan untuk PT BPP, Warga Sendiri 'Dibuang'

No More Posts Available.

No more pages to load.