TINTABERITABABEL.COM, LUBUK — Beginilah suasana penjagaan ketat alat berat hasil sitaan Satuan tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Nadi Lubuk Lingkuk, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (15/11-2025) 09.00 wib.
Sebanyak puluhan personil dari Batalyon Infanteri 147/Ksatria Garuda Jaya, terlihat melakukan penjagaan di lokasi dan memastikan keadaan aman dari gangguan pihak manapun.
Pantauan tintababel.com, 9 unit alat berat yang baru diamankan oleh Satgas PKH. Ketika tiba di lokasi langsung di kumpul jadi satu dengan 14 unit yang sebelumnya telah diamankan dan total keseluruhan saat ini sebanyak 23 unit.
23 alat tersebut di antaranya 14 unit merk Hitachi, 2 unit merk Kobelko, 1 unit Sunward, 4 unit merk Sanny, 2 unit Buldoser merk Cat dan Komatsu
Terlihat juga personil yang terbagi dua tim berpencar di setiap sudut terparkirnya alat berat yang rencananya akan konfrensi pers yang di pimpin Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia dijadwalkan menggelar konfrensi pers di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Di Sarang ikan juga ada tim yang berjaga disana. Personil disana menjaga lokasi yang saat ini ada mesin tambang dan 1 unit alat eccavator masih disana,”kata salah satu personil Satgas.
Tidak hanya personil 147/Gaya, terlihat juga pada pukul 09.57 wib. Ada beberapa personil tim Satgas PKH dan Satgas Halilintar tiba juga terlihat mendatangi lokasi terkumpulnya alat berat hasil sitaan tersebut.
Menurut keterangan sumber yang tidak mau di sebut namanya. Bahwa Senin (17/11-2025) mendatang Haji Ton dan 4 orang operator alat berat Excavator akan di panggil oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.
“Senin nanti H.Ton dan 4 orang operator akan di panggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan, alat 9 unit ini bukan cuma H. Ton saja bro ini banyak punya orang lain.”pungkasnya. (tb/tintababel.com/La Ode M. Murdani)






