7 Tahanan Kabur dari Rutan Polres Bangka, Satu Ditangkap, 6 Masih Buron

oleh -

Ringkasan Berita

  • 8 tahanan kabur dari Rutan Polres Bangka, 2 sudah diamankan, 6 masih buron.
  • Pelarian diduga direncanakan, tahanan menggergaji teralis sel.
  • Polisi dalami asal gergaji dan dugaan kelalaian petugas jaga.

 

BANGKA, TINTABABEL.COM – Pasca kaburnya delapan orang tahanan dari Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Bangka pada Rabu (08/04/2026) dini hari, aparat kepolisian berhasil mengamankan dua orang. Sementara itu, enam tahanan lainnya hingga kini masih dalam pengejaran tim gabungan dari Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Polres Bangka.

Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitia Putra, dalam keterangannya pada Kamis (09/04/2026), menjelaskan bahwa dari delapan tahanan yang melarikan diri, satu orang menyerahkan diri, sementara satu lainnya berhasil diamankan di wilayah Mentok.

Baca Juga  Diduga Langgar Aturan Upah, Karyawan Pabrik Air Kemasan ViZ Digaji di Bawah UMR Babel

“Satu orang menyerahkan diri dan satu tahanan lainnya kita amankan di Mentok saat diduga hendak melarikan diri melalui pelabuhan,” ujar Deddy.

Ia menjelaskan, tahanan yang diamankan di Mentok sempat berupaya kabur dengan melewati area semak-semak di sekitar lokasi. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh petugas yang melakukan pengejaran intensif.

Sementara itu, enam tahanan yang masih buron terus diburu oleh tim gabungan. Kepolisian juga telah menyebarkan identitas para tahanan ke seluruh jajaran untuk mempercepat proses penangkapan.

Polisi turut mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengetahui keberadaan para tahanan tersebut.

Terkait modus pelarian, Deddy mengungkapkan bahwa aksi tersebut diduga telah direncanakan dengan matang. Hal ini berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang menemukan adanya satu batang teralis sel yang telah digergaji.

Baca Juga  Upah Pekerja SPPG Polda Babel di Parit Padang Diduga Disunat

“Dari hasil pengecekan di TKP, ditemukan satu batang teralis yang digergaji oleh para tahanan,” jelasnya.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami asal-usul gergaji yang digunakan. Dugaan sementara, alat tersebut berasal dari barang bawaan saat pembesukan, namun hal ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Selain itu, Deddy juga mengakui adanya dugaan kelalaian petugas piket yang berjaga saat kejadian berlangsung.

“Kami masih mendalami kemungkinan adanya kelalaian anggota, khususnya petugas piket pada malam kejadian,” tambahnya.

Sebagai langkah evaluasi, Polres Bangka langsung memperketat sistem pengamanan rutan, termasuk memperkuat teralis sel serta menambah jumlah personel jaga guna mencegah kejadian serupa terulang.

No More Posts Available.

No more pages to load.